Di tengah lapangan Stadion Maguwoharjo yang masih basah, Diva Aulia Putri terlihat jauh lebih muda dari kebanyakan rekan setimnya. Usianya baru 15 tahun. Saat ini, dia masih harus menyelesaikan pelajaran di kelas 9 SMPN 45 Bandung. Tapi di sini, dia sudah jadi bagian dari skuat Timnas Indonesia putri.
Setelah laga melawan China Taipei Sabtu kemarin, Diva sempat bercerita soal awal mula jatuh cintanya pada sepak bola. Semuanya berawal dari sang kakak.
“Momen pertama Diva main sepak bola tuh ya ikut-ikut aa (kakak) dulu aja pakai sepatu bekas aa dulu,” ujarnya.
Masa kecilnya dihabiskan dengan main bola di sawah dekat rumah, bergaul dan berebut bola dengan anak-anak laki-laki. Kegiatan itu rupanya tak luput dari perhatian sang mama. Melihat bakat dan minat anak perempuannya itu, ibunya kemudian mengambil langkah: mendaftarkan Diva ke sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Karena coba-coba main sama cowok bareng-bareng di sawah. Ternyata sering dilihatin mama kalau pulang kerja. Ternyata bisa. Alhamdulillah bisa masuk Timnas,” kenang Diva.
Waktunya persis saat dia mau naik ke kelas 6. “Ya dulu tuh awal-awal tuh ya ikut-ikut aa dulu aja,” tambahnya sambil tersenyum.
Jalan kariernya pun mulai terbuka. Dari SSB, dia lalu rutin mengikuti berbagai turnamen. Namanya benar-benar mencuat setelah tampil di Piala Pertiwi All Star 2025. Performa ciamiknya itu menarik perhatian pelatih Timnas. Awalnya, dia dipanggil untuk tim kelompok umur 16 dan 17 tahun. Tak butuh waktu lama, panggilan untuk skuat senior pun datang, menyambutnya dalam persiapan menuju SEA Games 2025.
“Mungkin dari Piala Pertiwi pertandingan final itu itu dicatat sama Coach Mochi (Sataru Mochizuki),” ucap Diva menduga.
Kini, setelah berhasil menembus level tertinggi di dalam negeri, impian gadis belia ini sudah menjulang lebih tinggi. Ada dua target besar yang dia gantungkan di depan mata.
“Mau main di klub luar negeri aja sih, itu target Diva, sama kuliah di luar negeri,” tutupnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Resmi Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Target Genjot Sosialisasi JKN ke Anak Muda
Kasus DBD di Indonesia Tembus 30.465, Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Mayoritas Lansia
Permintaan Ekspor Pupuk Indonesia Membludak, Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan Domestik