Jelasnya. Pengalaman itu membentuknya menjadi atlet yang lebih tangguh.
Kini, porsi latihannya lebih banyak dihabiskan untuk futsal. Bukan tanpa alasan. Ia merasa perlu memanfaatkan ritme latihan yang lebih terjaga dan teratur di kampusnya. Soal adaptasi? Nizrina mengaku tak menemui kendala berarti saat berpindah dari sepak bola ke futsal, atau sebaliknya.
tambahnya.
tutupnya. Pilihannya kini jelas, tapi semangat juangnya di kedua cabang olahraga itu tetap sama membara.
Artikel Terkait
Trump di Davos: AS Tak Butuh NATO, Ancaman Balas Dendam untuk Eropa
Persib Kehilangan Reijnders, Hodak Waspadai Badai Pasifik di GBLA
BSU 2026 Masih Isapan Jempol, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Keputusan
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, Transjakarta Terpaksa Potong Rute