Masayoshi Son, sang pendiri SoftBank Group, punya cerita yang cukup emosional belakangan ini. Ia mengaku harus melakukan sesuatu yang sangat tidak diinginkannya: melepas seluruh kepemilikan saham Nvidia Corp. Padahal, Nvidia bukan perusahaan sembarangan. Mereka adalah raksasa pembuat chip AI dan sempat dinobatkan sebagai perusahaan paling berharga di dunia.
Lalu, apa alasan di balik keputusan yang berat ini? Ternyata, Son butuh uang tunai. Dana segar itu ia perlukan untuk mengejar investasi berikutnya di bidang kecerdasan buatan. Salah satu targetnya adalah OpenAI.
“Saya sama sekali tidak ingin menjual satu saham pun,” ujar Son dalam sebuah forum bertajuk FII Priority Asia.
“Tapi, ya, saya butuh lebih banyak modal untuk berinvestasi di OpenAI dan proyek-proyek lain yang sedang kami garap.”
Ia bahkan tak sungkan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. “Saya menangis saat menjual saham Nvidia,” tuturnya. Ungkapan itu cukup menggambarkan betapa beratnya langkah tersebut bagi pria berusia 68 tahun itu.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar