Na Daehoon akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan sejumlah pernyataan usai sidang perceraiannya dengan Julia Prastini, yang lebih dikenal sebagai Jule, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (2/12) lalu. Dalam kesempatan itu, Daehoon tampak didampingi oleh kuasa hukum dan juga tim manajemennya.
Namun begitu, ada satu hal yang mencolok: Jule sendiri tak terlihat di ruang sidang. Kehadirannya tak kunjung datang hingga persidangan ditutup.
Soal perceraian itu sendiri, Daehoon jelas enggan berkomentar panjang lebar. Baginya, ini murni urusan privat yang ingin ia jaga.
"Itu... sebenernya saya enggak mau itu, karena masalah pribadi saya ya,"
Ucapnya singkat. Meski begitu, di sisi lain, pria itu menyempatkan diri untuk berterima kasih.
"Jadi terima kasih banyak untuk perhatian, terima kasih banyak untuk semuanya, untuk yang semangatin,"
lanjutnya. Harapannya sederhana: proses hukum ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
"Intinya saya berharap terbaik. Ya mohon doanya aja,"
tandas Daehoon menutup pembicaraan.
Prosedurnya sebenarnya jelas. Kalau kedua belah pihak hadir, mediasi akan langsung dijalani. Tapi karena Jule absen, sidang pun terpaksa melompat langsung ke tahap pembuktian. Agak tidak biasa, tapi itulah yang terjadi.
Rumor retaknya rumah tangga mereka sebenarnya sudah berembus sejak lama di media sosial. Na Daehoon sendiri secara resmi mendaftarkan permohonan cerai talak pada 6 November 2025. Pemicu keretakan itu, menurut sejumlah kabar, adalah dugaan adanya hubungan spesial Jule dengan pria lain. Kabar itulah yang diduga menjadi penyebab utama goyahnya biduk rumah tangga mereka.
Artikel Terkait
Prabowo Instruksikan Optimalisasi Aset Negara untuk Manfaat Masyarakat, Targetkan Konsolidasi 300 Entitas BUMN
BMKG Imbau Warga Sulsel Waspada Hujan Ringan dan Angin Kencang, Terutama di Wilayah Selatan
iPhone 18 Pro dan Pro Max Dikabarkan Hadirkan Dynamic Island Lebih Tipis, Kamera Apertur Variabel, hingga Chip 2 Nanometer
Pajak Hiburan Film Nasional Dipotong 50 Persen, Pemprov DKI Targetkan Jakarta Jadi Kota Sinema