Dalam upaya menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polri tak tanggung-tanggung mengerahkan lebih dari seribu personelnya. Tepatnya 1.105 orang, yang tergabung dalam Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan tenaga medis. Tujuannya jelas: mempercepat proses identifikasi korban jiwa dan memberikan bantuan langsung di lapangan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Astamaops Kapolri, Komjen Fadil Imran, dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Jakarta Selatan, Selasa lalu.
"Kami mengerahkan 1.105 personel dari tim nakes dan DVI untuk membantu identifikasi serta pelayanan medis langsung," ujar Fadil.
Dia menekankan bahwa langkah ini merupakan wujud sisi humanis institusi berseragam itu. "Ini adalah sisi humanis Polri, memastikan tidak ada satupun warga yang merasa sendirian dalam menghadapi musibah," tambahnya.
Kerja tim di lapangan disebutnya tak kenal waktu. Pelayanan kesehatan gratis telah diberikan kepada puluhan ribu warga yang terdampak.
"Tim pelayanan kesehatan kami bekerja 24 jam. Personel medis telah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada 37.867 warga masyarakat di posko-posko bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar," sambung Fadil.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 per Gram, Disertai Rincian Pajak Jual-Beli
Ibas Sebut Irigasi Rusak Ancam Kedaulatan Pangan Nasional
Bareskrim Tangkap Bandar Sabu Buronan NTB yang Hendak Kabur ke Malaysia
Kecelakaan Beruntun di Sumedang Pagi Buta, Delapan Orang Luka-luka