Petugas Penanganan Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur mengamankan dua orang pengamen yang menggunakan kostum pocong saat beraksi di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Selasa malam. Keduanya terjaring dalam razia yang digelar petugas yang tengah melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Iqbal Aqbarudin, menjelaskan bahwa kedua pengamen berinisial AF (21) dan RR (16) itu dijangkau oleh Tim Reaksi Cepat P3S Sudinsos Jakarta Timur sekitar pukul 18.18 WIB. Setelah melalui proses pendataan, keduanya langsung diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 di Cipayung, Jakarta Timur, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Dibawa ke PSBI Bangun Daya 2 Cipayung untuk penanganan selanjutnya," ujar Iqbal dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, Komandan Regu P3S Sudinsos Jakarta Timur, Kurniawan, menuturkan bahwa penertiban ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan anak buahnya. Saat melintas di Pondok Kopi, petugas menemukan dua orang yang berdandan menyerupai pocong dan tengah meminta-minta di pinggir jalan.
"Kebetulan, kami sedang melakukan patroli rutin, lalu menemukan dua orang pengemis yang bergaya seperti pocong. Belakangan ini memang sedang viral dan marak orang-orang yang bergaya pocong sehingga membuat resah masyarakat. Karena itu, yang bersangkutan kami amankan," kata Kurniawan.
Menurut dia, aksi kedua pengemis tersebut dinilai meresahkan karena memanfaatkan kostum menyerupai hantu pocong yang belakangan ramai digunakan untuk menarik perhatian warga di ruang publik. Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Fenomena pengemis berkostum pocong memang mulai marak dalam beberapa waktu terakhir. Selain mengikuti tren yang viral di media sosial, aksi tersebut juga menjadi modus untuk menarik simpati warga agar bersedia memberikan uang. Petugas pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu kepada para pengemis yang menggunakan cara-cara seperti itu demi mencegah praktik serupa terus berulang.
Artikel Terkait
Pengemudi SUV Nekat Terobos Sistem Buka-Tutup di Makassar-Gowa, Klaim Sebagai Aparat Viral di Medsos
Kejagung Geledah Kantor BGN, Operasional Terhenti Usai Tiga Pimpinan Dicopot Presiden
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Sehari Setelah Kepala BGN Dicopot
AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Jadi Mitra Strategis Pembangunan Nasional