Memilih gaya hijab yang sesuai dengan bentuk wajah menjadi langkah penting, terutama bagi perempuan yang baru mulai berhijab. Namun bagi Ayudia Bing Slamet, proses tersebut bukan tentang menutupi bagian wajah yang dianggap kurang, melainkan tentang kenyamanan dan menjadi diri sendiri.
Menurut Ayudia, setiap orang perlu mencari tahu gaya hijab yang paling cocok dengan karakter dan bentuk wajah masing-masing. Dengan begitu, seseorang dapat merasa lebih nyaman dengan penampilan barunya saat mulai berhijab.
"Kita harus cari tahu apa yang paling cocok sama kita. Biasanya kita ngecek juga bentuk wajah kita, ya gimana kita memakainya (hijab)," ujar Ayudia dalam peluncuran koleksi hijab Uniqlo di KAUM Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia memahami bahwa perempuan yang baru pertama kali berhijab mungkin merasa asing saat melihat penampilannya dengan hijab. Perubahan tersebut bahkan bisa membuat seseorang mulai memperhatikan bagian wajah seperti dahi atau pipi yang sebelumnya tidak terlalu dipikirkan.
"Makanya kadang-kadang ada yang baru pertama (berhijab), 'kok ini jidatnya agak gimana, pipinya'. Intinya bukan menutup atau merasa diri kurang ya, tapi menyesuaikan supaya kita bisa menampilkan diri kita yang terbaik," kata Ayudia.
Mencoba berbagai gaya pemakaian hijab merupakan bagian dari proses menemukan personal style. Penyesuaian tersebut bisa dilakukan melalui bentuk lilitan, posisi hijab di sekitar wajah, hingga pemilihan material yang membuat pemakainya merasa nyaman.
Kenyamanan juga menjadi perhatian Ayudia ketika berbicara mengenai hijab, terlebih bagi mereka yang baru mulai menggunakannya. Ia menilai hijab yang terasa nyaman dapat membuat proses beradaptasi menjadi lebih mudah sehingga mengurangi rasa ragu dalam berpenampilan.
"Aku ingin makasih juga sama Uniqlo dengan adanya koleksi hijab ini, aku merasa pengin share ke temen-temen mungkin dari bertahun-tahun yang kita sudah berhijab, ini malah saatnya lebih mudah, langsung nyaman."
"Aku merasa dipermudah banget. Biasanya kalau orang yang pertama pakai hijab itu akan ragu-ragu," ungkap Ayudia.
Bagi Ayudia, kenyamanan dan gaya personal seharusnya bisa berjalan beriringan. Perempuan yang mengenakan hijab tetap dapat bereksplorasi dengan penampilan tanpa harus merasa kehilangan karakter atau gaya yang selama ini melekat pada dirinya.
"Cari nyamanmu nih, kita masih bisa jadi diri kita sendiri kok," tutur Ayudia.
Dalam dunia fashion, hijab kini tidak hanya dipandang sebagai pelengkap busana, tetapi juga bagian dari personal style. Karena itu, menemukan gaya yang sesuai dengan karakter, bentuk wajah, kebutuhan aktivitas, serta tingkat kenyamanan dapat membantu seseorang merasa lebih percaya diri saat mengenakannya.
Pada akhirnya, styling hijab tidak harus mengikuti satu aturan yang berlaku untuk semua orang. Seperti pesan Ayudia, mengenakan hijab dapat menjadi proses untuk menemukan cara terbaik dalam mengekspresikan diri tanpa perlu merasa memiliki kekurangan.
Artikel Terkait
Uniqlo Rilis Koleksi Hijab Pertama, Tiga Varian Bahan dengan Harga Rp 199 Ribu
Mahkamah Agung Meksiko Menangkan Hak Pakai Hijab untuk Foto Paspor
Uniqlo Salurkan 12 Ribu Pakaian untuk Warga Bekasi Lewat Bazaar Donasi
Nikita Willy Masuk Nominasi Perempuan Menginspirasi di Grid.ID Award 2026