Marissa Anita Keluar dari Zona Nyaman, Menyelami Dunia Komika di Suka Duka Tawa

- Senin, 01 Desember 2025 | 17:48 WIB
Marissa Anita Keluar dari Zona Nyaman, Menyelami Dunia Komika di Suka Duka Tawa

Marissa Anita, aktris yang namanya tak asing setelah membawa pulang Piala Citra, kini mencoba sesuatu yang baru. Kali ini, ia masuk ke dunia yang cukup jauh dari zona nyamannya: komedi stand-up. Tantangan itu ia jalani lewat film terbaru Aco Tenriyagelli, "Suka Duka Tawa".

Rasanya campur aduk di awal. Ia mengakuinya sendiri dalam sebuah konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

"Jujur, film ini awalnya terasa sangat berjarak buatku. Apalagi yang mau diceritakan adalah kehidupan para komika. Aku sempat khawatir, takut banget kalau-kalau penggambarannya nggak tepat," ujar Marissa.

Namun begitu, rasa cemas itu perlahan memudar. Kuncinya ada pada rekan-rekan mainnya di film tersebut.

Menurut Marissa, Arief Brata, Bintang Emon, dan Gilbas benar-benar membuka diri. Mereka dengan sabar memandunya menyelami seluk-beluk dunia komedi tunggal yang asing baginya.

"Aku bersyukur banget. Mereka baik sekali. Bahkan, di sela-sela sesi reading pun, mereka sering menjelaskan. Kita sampai ada sesi belajar khusus: apa sih stand-up itu, rumus bikin materinya gimana, sampai dinamika yang biasa terjadi di dalam komunitasnya," jelas Marissa.

Proses pendalaman itu tak hanya sekali dua kali. Marissa memanfaatkan betul masa pra-produksi dan reading yang berjalan hampir sebulan penuh. Ia tak cuma belajar karakter, tapi juga membangun kedekatan personal dengan para pemain lain. Ditambah lagi sesi dengan acting coach, obrolan di antara mereka pun jadi makin cair dan nyambung.

"Intinya, mereka bantu banget supaya aku paham dunianya. Alhamdulillah, ketika syuting dimulai, rasa percaya diriku sudah jauh lebih baik. Semua berkat dukungan mereka," tuturnya.

Di sisi lain, apresiasi juga datang dari lawan mainnya. Arief Brata memuji kemampuan adaptasi Marissa.

Menurut Arief, chemistry antar-pemain terjalin dengan cepat berkat suasana kekeluargaan yang dibangun sejak awal. "Lancar sih proses nyatunya. Soalnya semua aktor di sini saling merangkul. Obrolan di backstage sebelum syuting selalu asyik dan cair. Aku yakin, kalau di belakang layar sudah kompak, hasil di depan kamera pasti akan terpengaruh," ujar Arief.

Ia menambahkan, gaya sutradara Aco yang santai dan funky turut menciptakan atmosfer syuting yang menyenangkan. Semua itu, kata dia, mempercepat terjadinya chemistry yang dibutuhkan.

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Sutradaranya santai banget, nggak kaku. Ya, jadinya semuanya lebih cepat klik," tutup Arief.

Film "Suka Duka Tawa" sendiri rencananya akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Januari 2026. Sebelumnya, film produksi Visinema Pictures ini sempat hadir sebagai film penutup di ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20.

Publik sudah bisa mencuri gambaran lewat trailer dan poster perdananya. Poster menampilkan para pemain dengan tawa lebar dan ceria. Tapi jangan terkecoh. Trailer justru menyuguhkan sisi lain yang lebih dalam dan rapuh, terutama dari kehidupan seorang komika perempuan yang diperankan oleh Marissa. Sebuah kontras yang menarik.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar