Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pernyataan Suharyanto soal status bencana di Sumatera. Dia mengakui, situasi di media sosial memang terlihat sangat mencekam. "Memang kemarin kelihatannya mencekam ya," ucapnya, mengiyakan gambaran yang beredar luas di platform daring.
Namun begitu, dia enggan berkomentar lebih jauh. Soal kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, dia memilih untuk tidak menjawab. Penetapan status, jelasnya, punya pertimbangan teknis tersendiri, seperti jumlah korban dan aksesibilitas lokasi.
Untuk saat ini, posisinya tetap. "Saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah," tegas Suharyanto.
"Tapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi," pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Gerhana Bulan Total Terlihat di Indonesia pada 3 Maret 2026
Baku Tembak di Nabire, Aparat Sita Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah
Inflasi Februari 2026 Capai 0,68%, Didorong Kenaikan Harga Pangan
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan di Kalibata