Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pernyataan Suharyanto soal status bencana di Sumatera. Dia mengakui, situasi di media sosial memang terlihat sangat mencekam. "Memang kemarin kelihatannya mencekam ya," ucapnya, mengiyakan gambaran yang beredar luas di platform daring.
Namun begitu, dia enggan berkomentar lebih jauh. Soal kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, dia memilih untuk tidak menjawab. Penetapan status, jelasnya, punya pertimbangan teknis tersendiri, seperti jumlah korban dan aksesibilitas lokasi.
Untuk saat ini, posisinya tetap. "Saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah," tegas Suharyanto.
"Tapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi," pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
Pertamina Kaderisasi 419 Insinyur Hadapi Gelombang Transisi Energi
Satgas PKH Panggil 32 Perusahaan Tambang, Dua Absen dengan Denda Triliunan
Derbi Legenda Madrid-Barca di Jakarta 2026: Tiket Mulai Laris Manis
BCA Tutup Cabang Fisik Jelang Isra Mikraj, Layanan Digital Tetap 24 Jam