JAKARTA - Hampir sebulan pasca-ledakan mengguncang SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, dua korban masih harus menjalani perawatan medis. Mereka masih terbaring di rumah sakit, menurut konfirmasi terbaru dari pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan hal ini pada Senin (1/12/2025).
"Masih ada dua orang yang jalani perawatan di rumah sakit," katanya.
Budi menjelaskan, kedua siswa itu dirawat di tempat berbeda. Satu di Rumah Sakit Yarsi, satunya lagi di RSCM. Kondisi mereka terus dipantau.
Di sisi lain, nasib pelaku ledakan yang masih di bawah umur justru sudah menunjukkan perkembangan. Anak Berkonflik Hukum (ABH) itu dikabarkan sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
"ABH sudah keluar dari RS," ujar Budi.
Meski secara fisik sudah membaik, penanganan psikisnya masih berjalan. Tim dokter psikolog terus mendampingi pelaku remaja ini.
Untuk sementara, ABH tidak ditahan di tempat biasa. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinsos, KPAI, Bapas, UPT P3A, dan Apsifor, dia ditempatkan di rumah aman.
"Dititip di rumah aman," jelas Budi singkat.
Ledakan yang terjadi Jumat (7/11/2025) silam itu memang tidak menelan korban jiwa. Tapi dampaknya cukup serius. Catatan terakhir, 96 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Yang mengkhawatirkan, Densus 88 Antiteror mengungkap fakta bahwa pelaku membawa tujuh alat peledak ke sekolah. Empat di antaranya berhasil meledak di dua lokasi berbeda di area sekolah.
Tiga peledak lainnya berhasil diamankan petugas sebelum sempat digunakan. Saat ini barang bukti itu disita untuk penyelidikan lebih mendalam.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Iran Rusak Pangkalan Udara Israel di Ramat David, Tak Ada Korban Jiwa
BSI Serap 11 Persen Penjualan Emas ANTAM, Cicil Emas Tumbuh 98 Persen
Ole Romeny Sebut SUGBK seperti Rumah Sendiri Usai Cetak Gol Kelima di Stadion yang Sama
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai