BSI Serap 11 Persen Penjualan Emas ANTAM, Cicil Emas Tumbuh 98 Persen

- Kamis, 11 Juni 2026 | 02:00 WIB
BSI Serap 11 Persen Penjualan Emas ANTAM, Cicil Emas Tumbuh 98 Persen

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Secara keseluruhan, porsi yang diserap BSI mencapai sekitar 11 persen dari total penjualan emas ANTAM.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, untuk memperkuat ekosistem emas, pihaknya menjalin kerja sama dengan ANTAM terkait pasokan stok emas. Kerja sama ini diharapkan tidak sekadar berlanjut, melainkan menjadi ekspansi agresif dari sinergi yang telah terbangun selama lebih dari sepuluh tahun.

"Langkah ini menjadi bukti keseriusan mendorong Astacita Pemerintah melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan," tuturnya, Rabu (10/6/2026).

Di tengah dinamika ekonomi, emas tetap menjadi primadona sebagai instrumen investasi yang diyakini tahan terhadap inflasi. Anton menjelaskan, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya animo masyarakat untuk memiliki emas melalui skema cicilan logam mulia.

Fenomena serupa juga terjadi di Bank Syariah Indonesia. Hingga April 2026, pertumbuhan cicil emas mencapai 97,90 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp16,93 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi dan melihat emas sebagai alternatif instrumen yang aman untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.

"Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujarnya.

Layanan cicil emas diminati berbagai kalangan, mulai dari generasi Z, milenial, hingga baby boomers. Anton menyebut, faktor pendorongnya antara lain jangka waktu yang dapat dipilih, angsuran yang disesuaikan, serta daya tarik logam mulia ANTAM dan BSI Gold.

Menurut Anton, emas dapat menjadi aset untuk kebutuhan mendesak atau jangka panjang, seperti biaya sekolah, perjalanan haji, atau persiapan pernikahan bagi anak muda. "Untuk itu, kami menyiapkan berbagai ukuran gramase emas logam mulia mulai dari 5 gram hingga 100 gram," katanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar