BNI Kantongi Penghargaan ESG, Portofolio Hijau Tembus Rp192 Triliun

- Senin, 01 Desember 2025 | 03:55 WIB
BNI Kantongi Penghargaan ESG, Portofolio Hijau Tembus Rp192 Triliun
BNI Raih Penghargaan untuk Komitmen Keberlanjutan

BNI Kembali Buktikan Komitmen di Bidang ESG

Jakarta – Komitmen BNI terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan kembali diakui. Kali ini, bank pelat merah itu menyabet penghargaan Environment & Sustainability dalam ajang Apresiasi ESG 2025. Acara penghargaan berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada suatu Kamis di akhir November lalu.

Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam belaka. Bagi BNI, ini adalah pengakuan nyata atas kerja keras mereka dalam menanamkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam DNA perusahaan. Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, yang hadir langsung untuk menerima penghargaan, terlihat bangga.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BNI untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kami percaya penerapan ESG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Okki.

Pernyataannya itu disampaikan melalui keterangan tertulis beberapa hari setelah acara. Memang, ajang Apresiasi ESG 2025 sendiri dirancang untuk memberi apresiasi pada perusahaan-perusahaan yang dinilai punya kinerja unggul dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. Dan BNI, sebagai salah satu institusi keuangan, menunjukkan inisiatif yang tak main-main.

Buktinya? Lihat saja angka-angka yang mereka catat. Hingga September 2025, portofolio berkelanjutan BNI sudah menembus angka Rp192,4 triliun. Angka yang cukup signifikan, karena ini setara dengan sekitar 24% dari total kredit mereka. Portofolio hijau ini mencakup banyak hal, mulai dari pembiayaan untuk transportasi ramah lingkungan, pengelolaan lahan berkelanjutan, hingga hal-hal yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti pembangunan fasilitas kesehatan, akses untuk disabilitas, dan program ketahanan pangan.

Tak berhenti di situ, dalam dua tahun terakhir BNI juga aktif menjadi pelopor dengan menerbitkan Sustainability Bond. Dana yang dihimpun dari obligasi ini dialokasikan secara khusus untuk proyek-proyek yang dampaknya langsung terasa bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, strategi ESG ini ternyata tak hanya bagus untuk citra. Fundamental bisnis BNI pun ikut menguat. Hingga akhir kuartal ketiga 2025, laba bersih konsolidasi mereka tercatat mencapai Rp15,12 triliun. Pencapaian ini tentu didukung oleh tata kelola yang prudent dan transformasi berkelanjutan yang mereka jalankan secara konsisten.

“Kami ingin memastikan bahwa kinerja bisnis berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekosistem sosial dan lingkungan. Tujuan kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi tumbuh lebih bertanggung jawab,” tambah Okki menegaskan.

Ke depan, BNI tak berniat berpuas diri. Mereka berkomitmen untuk terus memperluas dukungan pembiayaan hijau di sektor-sektor prioritas. Transisi operasional menuju emisi rendah juga akan dipercepat. Program pemberdayaan masyarakat yang berbasis lingkungan akan diperluas jangkauannya, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang, lebih inklusif.

Dengan langkah-langkah konkret ini, BNI semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama keuangan berkelanjutan di Indonesia. Di tengah dinamika global yang menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab, peran mereka dalam menjaga kontribusi positif bagi perekonomian nasional menjadi semakin krusial.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar