ujarnya.
Ia melanjutkan, saat ini di Indonesia, menjalankan prinsip-prinsip keyakinan agama sama sekali tidak menemui halangan. Negara bahkan memberikan fasilitas dan dukungan legal melalui undang-undang untuk kebebasan beragama.
Muzani juga menyampaikan kabar bahwa Indonesia telah bersiap menyambut kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia ke Jakarta awal Desember nanti. Presiden Prabowo, disebutnya, juga sudah siap untuk menerima Muhammad bin Abdul Karim al-Issa.
Sementara itu, dari pihak tuan rumah, Al-Issa memandang Indonesia dengan penuh apresiasi. Baginya, Indonesia adalah salah satu negara muslim terbesar di dunia yang sukses merajut persatuan dalam keberagaman.
Keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan agama, suku, dan bahasa menjadi contoh penting. Bukan hanya untuk negara lain, tapi juga bagi Arab Saudi.
Indonesia memegang peran yang sangat penting, baik di kancah Islam global maupun dunia internasional. Di benak kami, Indonesia telah membuktikan kesuksesannya dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Ini hal yang istimewa dan pengaruhnya sangat besar,
kata Al-Issa.
Kami melihat ada perhatian besar untuk menguatkan kehadiran Indonesia di forum internasional. Indonesia pantas hadir di sana untuk memberikan contoh nyata. Atas nama Rabithah Alawiyah, kami menyampaikan terima kasih kepada Indonesia karena telah memberi contoh istimewa tentang toleransi dalam keberagaman,
pungkasnya menutup pertemuan.
Artikel Terkait
Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 15%, Ribuan Produk Dibebaskan Bea
Pasukan Indonesia Akan Dikerahkan di Gaza Selatan Awal April
Progres Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Tembus 81,65%, Ditargetkan Rampung September 2026
BRI Dukung Program Gentengisasi Prabowo dengan Pembiayaan KUR