BRI Dukung Program Gentengisasi Prabowo dengan Pembiayaan KUR

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:20 WIB
BRI Dukung Program Gentengisasi Prabowo dengan Pembiayaan KUR

Program gentengisasi Presiden Prabowo mulai bergulir. Dan BRI, bank pelat merah itu, siap menginjak gas sebagai motor pembiayaannya. Intinya, mereka akan jadi jembatan keuangan antara pengrajin genteng UMKM dan para pengembang perumahan besar.

“Jadi nanti kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau usernya, ya BRI di tengah,” jelas Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, Jumat malam (27/2/2026) di Jakarta.

Menurutnya, ini bukan skema baru yang dibuat dari nol. Produk bahan bangunan seperti genteng sudah masuk dalam ekosistem KUR Perumahan yang selama ini mereka kelola. “Kebetulan BRI kan sudah ada pembiayaan KUR Perumahan,” tambah Hery.

Program gentengisasi sendiri digagas untuk meningkatkan kualitas hunian. Gagasannya sederhana: ganti atap seng atau asbes yang bikin panas, dengan genteng yang lebih sejuk dan layak. Ini jadi perhatian khusus dari Presiden.

Di sisi lain, persiapan di lapangan juga digenjot. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan genteng dari UMKM siap. Ia bahkan sudah bertemu langsung dengan pengusaha genteng di Majalengka.

“Hari ini kita bicara soal gentengisasi. Sesuai arahan Presiden Prabowo, karena beliau punya perhatian agar rumah rakyat tidak panas,” ujar Ara.

Tapi tentu saja, agar produk lokal bisa masuk proyek nasional, standarnya harus ketat. Ara menekankan beberapa poin krusial: kualitas dengan daya tahan minimal 15 tahun, estetika yang mendukung keindahan bangunan, dan tentu saja fungsionalitas harus tahan panas dan hujan. Satu hal yang non-negosiable: wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Mutu itu penting sekali. Karena itu SNI wajib untuk menjaga kualitas,” tegasnya.

Soal harga, dalam diskusi telah disepakati angka acuan Rp4.300 per unit, sudah termasuk ongkir. Pemerintah daerah dan kementerian akan turun tangan memberikan pendampingan teknis agar para pengrajin bisa memenuhi standar SNI yang ditetapkan.

Kembali ke BRI, Hery menyebut banknya memang punya DNA untuk berpihak pada rakyat kecil. Mereka sudah mengalokasikan dana KUR yang cukup besar tahun ini hampir Rp7 triliun. Yang menarik, sekitar separuhnya sudah terserap hanya dalam dua bulan pertama. Untuk program gentengisasi ini, mereka akan mulai dengan uji coba pada batch pertama dulu. Jika berjalan mulus, baru akan diperluas ke sentra-sentra produksi genteng di seluruh Indonesia.

“BRI memang sebagai bank yang DNA-nya berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kami menyediakan pembiayaannya,” pungkas Hery.

Kolaborasi ini antara perbankan, pemerintah, pengembang, dan UMKM bukan cuma soal atap yang lebih baik. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan secara masif, dari hulu ke hilir.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar