KAIRO Mediator AS untuk perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, mengungkapkan rencana penempatan pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) asal Indonesia. Mereka akan bertugas di wilayah selatan Jalur Gaza, mencakup area seperti Rafah dan Khan Younis. Ini adalah bagian dari gelombang awal misi internasional yang dijadwalkan mulai bergerak April mendatang.
Menurut Bahbah, kelompok pertama akan masuk Gaza di awal April. Kontingen yang lebih besar menyusul pada bulan berikutnya.
“Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama sebagai bagian dari pasukan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan berikutnya,” jelas Bahbah, seperti dikutip Sabtu lalu.
Untuk penempatannya, pasukan Indonesia akan difokuskan di Gaza bagian selatan. Sementara itu, unit dari negara lain akan mengurusi wilayah berbeda di sepanjang Jalur Gaza. Tak hanya Indonesia, ada enam negara lain yang bersedia bergabung: Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia sudah memberikan sejumlah batasan. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan, personel TNI yang dikirim bukanlah pasukan tempur. Mereka juga bisa ditarik kapan saja dari Gaza jika diperlukan.
Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Caka Alverdi Awal, memberikan penjelasan lebih rinci. Tugas spesifik pasukan Indonesia nantinya akan ditentukan oleh Kemhan dan Mabes TNI. Namun, ada garis merah yang jelas.
Artikel Terkait
Menkes Kritik Sahur Mie Instan Plus Nasi, Sarankan Telur dan Alpukat
Bapanas: Harga Pangan Pokok Stabil Menjelang Ramadan, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 15%, Ribuan Produk Dibebaskan Bea
Progres Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Tembus 81,65%, Ditargetkan Rampung September 2026