BB TNBTS Evaluasi Sistem Keamanan Transportasi Wisata Bromo Usai Kecelakaan Jip Tewaskan Dua Orang

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:45 WIB
BB TNBTS Evaluasi Sistem Keamanan Transportasi Wisata Bromo Usai Kecelakaan Jip Tewaskan Dua Orang

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memastikan akan mengevaluasi sistem keamanan transportasi di jalur menuju Gunung Bromo, menyusul insiden kecelakaan tunggal jip wisata yang merenggut dua nyawa.

Pranata Humas BBTNBTS, Endrip Wahyutama, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengkaji ulang aspek keselamatan angkutan wisata di kawasan tersebut. “BB TNBTS berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi keselamatan transportasi wisata,” ujarnya di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 30 Mei 2026.

Dalam proses evaluasi itu, terdapat beberapa poin utama yang menjadi sorotan. Pertama, peningkatan pengawasan terhadap kelayakan operasional kendaraan wisata. Kedua, penguatan komitmen para pelaku jasa wisata dalam mematuhi standar keselamatan. Selain itu, kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan keadaan darurat juga menjadi perhatian serius, termasuk mekanisme respons serta evakuasi jika terjadi insiden di area wisata.

Pihak BBTNBTS menegaskan dukungan penuh terhadap proses penanganan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan. “Sehingga langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” jelas Endrip.

Kecelakaan tunggal itu terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026, di tikungan Letter S yang masuk wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dua korban meninggal dunia adalah sopir jip wisata berinisial MS dan seorang wisatawan berinisial YWA. Sementara itu, tiga penumpang lain ZH, FR, dan FNN mengalami luka-luka.

Kepolisian Resor Pasuruan mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat jip wisata bernomor polisi BG 1478 EF melaju dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil menabrak tebing sebelum akhirnya terguling. Polisi menduga insiden tersebut dipicu oleh kegagalan fungsi sistem pengereman kendaraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar