Di sisi lain, polisi dengan tegas menyatakan bahwa insiden ini tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme. Meski begitu, motif di balik serangan ini masih diselidiki dan belum sepenuhnya jelas.
Sarah Hammond, jaksa penuntut utama Crown Prosecution Service, bersuara lantang.
Dia menegaskan bahwa Doyle memang sengaja menabrak kerumunan itu. Buktinya, rekaman dashcam dari kendaraannya memperlihatkan aksi Doyle yang tak sabar menunggu parade berlalu. Alih-alih berhenti, dia malah melajukan mobilnya tepat ke arah mereka.
"Mengemudikan kendaraan ke kerumunan orang adalah tindakan kekerasan yang diperhitungkan," tegas Hammond.
"Ini bukan kelalaian sesaat yang dilakukan oleh Paul Doyle - ini adalah pilihan yang dibuatnya hari itu dan mengubah perayaan menjadi kekacauan," imbuhnya.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Rp600 Juta ke Anggota DPRD Bekasi
Menko Airlangga Anggap Ancaman Tarif Trump ke Iran Tak Ganggu Perekonomian Indonesia
Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu
Target Meleset, Airbus Hanya Kirim 793 Pesawat Sepanjang 2025