Di sisi lain, polisi dengan tegas menyatakan bahwa insiden ini tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme. Meski begitu, motif di balik serangan ini masih diselidiki dan belum sepenuhnya jelas.
Sarah Hammond, jaksa penuntut utama Crown Prosecution Service, bersuara lantang.
Dia menegaskan bahwa Doyle memang sengaja menabrak kerumunan itu. Buktinya, rekaman dashcam dari kendaraannya memperlihatkan aksi Doyle yang tak sabar menunggu parade berlalu. Alih-alih berhenti, dia malah melajukan mobilnya tepat ke arah mereka.
"Mengemudikan kendaraan ke kerumunan orang adalah tindakan kekerasan yang diperhitungkan," tegas Hammond.
"Ini bukan kelalaian sesaat yang dilakukan oleh Paul Doyle - ini adalah pilihan yang dibuatnya hari itu dan mengubah perayaan menjadi kekacauan," imbuhnya.
Artikel Terkait
Insanul Fahmi Buka Suara: Akui Status Pernikahan Siri dengan Inara Rusli
Surya Insomnia Bongkar Aksi Tambal Jalan di Tangsel: Gara-Gara Gilang Nih!
Bali Resmi Bekukan Izin Hotel dan Minimarket Baru
Polri Pelajari Cara Inggris Kendalikan Unjuk Rasa