Di sisi lain, polisi dengan tegas menyatakan bahwa insiden ini tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme. Meski begitu, motif di balik serangan ini masih diselidiki dan belum sepenuhnya jelas.
Sarah Hammond, jaksa penuntut utama Crown Prosecution Service, bersuara lantang.
Dia menegaskan bahwa Doyle memang sengaja menabrak kerumunan itu. Buktinya, rekaman dashcam dari kendaraannya memperlihatkan aksi Doyle yang tak sabar menunggu parade berlalu. Alih-alih berhenti, dia malah melajukan mobilnya tepat ke arah mereka.
"Mengemudikan kendaraan ke kerumunan orang adalah tindakan kekerasan yang diperhitungkan," tegas Hammond.
"Ini bukan kelalaian sesaat yang dilakukan oleh Paul Doyle - ini adalah pilihan yang dibuatnya hari itu dan mengubah perayaan menjadi kekacauan," imbuhnya.
Artikel Terkait
BRI Dukung Program Gentengisasi Prabowo dengan Pembiayaan KUR
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Impor
BNPB: Jumlah Pengungsi Bencana di Sumatera Turun Signifikan Jadi 11.250 Orang
Anindya Bakrie Soroti Dumping dan Impor Ilegal sebagai Tantangan Ekspor Tekstil Bebas Bea ke AS