Zelenskyy Bantah Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:15 WIB
Zelenskyy Bantah Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis

Istanbul – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, punya jawaban yang cukup mengejutkan saat ditanya tentang senjata nuklir. Dalam wawancara dengan Sky News Jumat lalu, dia dengan tegas membantah pernah mendapat tawaran semacam itu dari Inggris atau Prancis. Tapi, nada bicaranya langsung berubah begitu pertanyaan mengarah ke kemungkinan hipotetis.

"Dengan senang hati, tetapi saya tidak menerima tawaran apa pun. Namun, dengan senang hati," ujar Zelenskyy, seperti dikutip sejumlah media Ukraina.

Tanggapannya itu jelas dimaksudkan untuk menjawab klaim Rusia yang belakangan ramai. Moskow menuduh Kyiv berupaya mendapatkan hulu ledak nuklir melalui dua negara Eropa Barat itu.

"Tidak, itu tidak terjadi," tegasnya lagi, menepis mentah-mentah kemungkinan adanya skenario semacam itu.

Namun begitu, tuduhan dari Rusia ini bukan cuma omong kosong belaka. Pekan ini, badan intelijen luar negeri Rusia secara resmi menuding Inggris dan Prancis aktif bekerja untuk menyediakan bom nuklir bagi Ukraina. Menurut mereka, kedua negara NATO itu punya keyakinan sendiri: dengan memiliki senjata pemusnah massal, posisi tawar Ukraina di meja perundingan akan jauh lebih kuat.

Konflik yang sudah berlarut-larut ini, yang kini memasuki tahun kelima, memang membuat berbagai skenario ekstrem mulai dipertimbangkan.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Zelenskyy sudah lebih dulu membantah tuduhan Rusia. Dia menyebut semua itu cuma taktik tekanan, terutama karena perundingan damai yang dimediasi AS sedang digodok. Menurutnya, ini cara Moskow mengacaukan situasi sebelum dialog penting benar-benar dimulai.

Informasi ini dilaporkan berdasarkan sumber dari Anadolu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar