Di sisi lain, Badrodin menekankan bahwa institusi Polri tetap punya kewajiban untuk bersikap objektif. Apalagi ketika menangani konflik yang melibatkan korporasi tempat di mana mantan anggota mungkin bekerja dan aktivis lingkungan.
"Dalam situasi konflik seperti itu, Polri harus memperhatikan perimbangan. Rasa keadilan bagi semua pihak harus dijunjung tinggi," tandasnya.
Ia seolah ingin menegaskan bahwa meski eks polisi punya kebebasan memilih profesi, tugas Polri di lapangan tetap tidak boleh kehilangan arah. Objektivitas dan keadilan, kata dia, adalah kunci.
Artikel Terkait
Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari, Dikejar Warga hingga Rusak
Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Alex Noerdin Usai Mantan Gubernur Meninggal Dunia
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza
Pengemudi Melawan Arus di Gunung Sahari Dihajar Massa Usai Kabur dari Polisi