Di sisi lain, Badrodin menekankan bahwa institusi Polri tetap punya kewajiban untuk bersikap objektif. Apalagi ketika menangani konflik yang melibatkan korporasi tempat di mana mantan anggota mungkin bekerja dan aktivis lingkungan.
"Dalam situasi konflik seperti itu, Polri harus memperhatikan perimbangan. Rasa keadilan bagi semua pihak harus dijunjung tinggi," tandasnya.
Ia seolah ingin menegaskan bahwa meski eks polisi punya kebebasan memilih profesi, tugas Polri di lapangan tetap tidak boleh kehilangan arah. Objektivitas dan keadilan, kata dia, adalah kunci.
Artikel Terkait
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran
BMKG Peringatkan Puncak Musim Kemarau Kering dan Risiko Karhutla Meningkat
Anthropic Pertimbangkan Rancang Chip AI Sendiri di Tengah Lonjakan Pendapatan
Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Vietnam dan Thailand Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah