Delapan Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Semikonduktor Internasional

- Rabu, 26 November 2025 | 15:00 WIB
Delapan Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Semikonduktor Internasional

Surabaya menjadi saksi sebuah gebrakan menarik di dunia teknologi. Delapan mahasiswa Indonesia dengan penuh semangat mempresentasikan ide-ide brilian mereka dalam Final Pitch Competition Semiconductor Venture Accelerator, 25 November lalu. Ini bukan sekadar lomba biasa, tapi puncak dari perjalanan panjang mereka menimba ilmu dan bimbingan intensif.

Program yang digarap bersama oleh Arizona State University (ASU) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mendapat sokongan penuh dari Konsulat Jenderal AS di Surabaya. Mereka melihat betapa besarnya potensi talenta muda Indonesia di bidang semikonduktor.

Gagasan yang diusung para mahasiswa ini cukup beragam, lho. Mulai dari desain chip cerdas berbasis AI sampai pengembangan material ramah lingkungan. Intinya, mereka memanfaatkan teknologi semikonduktor mutakhir untuk menjawab tantangan yang ada, baik di tingkat lokal maupun global.

Christopher R Green, Konsul Jenderal AS di Surabaya, menekankan arti penting kolaborasi pendidikan tinggi STEM. Menurutnya, kerja sama semacam ini bisa membuka peluang investasi Amerika yang lebih lebar.

"Amerika Serikat bangga memperdalam hubungan ekonomi kami dengan Indonesia di sektor-sektor berpotensi tinggi, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor, di mana kami bekerja sama untuk memastikan rantai pasok yang aman dan tangguh," ujar Green dalam pernyataannya, Rabu (26/11/2025).

Di sisi lain, inisiatif ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang lebih besar. Tujuannya jelas: memperkuat kemitraan berkelanjutan antara akademisi dan industri, khususnya antara Amerika Serikat dan Indonesia, di sektor semikonduktor yang sedang naik daun ini.

Yang menarik, program ini berhasil menjembatani banyak hal. Keahlian akademis, kebutuhan industri yang nyata, dan semangat kewirausahaan disatukan dengan apik. Hasilnya? Bukan cuma mendukung ambisi Indonesia di peta semikonduktor dunia, tapi juga ikut memperkuat ekosistem global melalui inovasi bersama dan tentu saja, kemakmuran yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar