Warga Beirut Protes Rencana Perdana Menteri Nawaf Salam Berunding dengan Israel

- Senin, 13 April 2026 | 02:45 WIB
Warga Beirut Protes Rencana Perdana Menteri Nawaf Salam Berunding dengan Israel

Suasana di Beirut memanas. Ratusan warga memadati jalan-jalan ibukota Lebanon itu, menentang keras rencana negosiasi yang akan dilakukan Perdana Menteri Nawaf Salam dengan Israel. Aksi protes ini muncul sebagai respons atas kabar bahwa pembicaraan perdamaian bakal segera digelar.

Menurut informasi yang beredar, pertemuan pertama direncanakan terjadi di Washington D.C., tepatnya di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pada Selasa, 14 April 2026. AS disebut akan bertindak sebagai mediator utama dalam pembahasan gencatan senjata antara kedua negara yang sudah lama berseteru itu.

Di sisi lain, dari Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Dia mengklaim bahwa pihak Lebanon-lah yang menghubungi Israel sekitar bulan lalu, mengajak untuk melakukan perundingan perdamaian secara langsung.

Klaim Netanyahu ini disampaikan pada Sabtu waktu setempat. Kebetulan, momen itu bersamaan dengan berlangsungnya proses perundingan lain antara Amerika Serikat dan Iran, yang saat itu digelar di Pakistan. Sebuah kebetulan waktu yang menarik.

Protes di Beirut sendiri menggambarkan betapa sensitif dan berpotensi pecahnya isu ini di dalam negeri Lebanon. Banyak yang masih mengingat konflik panjang dengan negara tetangganya itu.

Nah, untuk Sahabat KompasTV, ada info penting nih. Mulai 1 Februari 2026, kami pindah channel. Anda bisa terus menyaksikan berita dan informasi terupdate dari kami di televisi digital Anda, yaitu di Channel 11. Tetap di KompasTV, yang selalu berusaha lebih dekat dan terpercaya.

Tag: netanyahu, lebanon israel, demo beirut, konflik timur tengah, negosiasi damai.

Penulis: kharismaningtyas

Sumber: Kompas TV

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar