Laju penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Oktober 2025 ternyata tak secepat bulan sebelumnya. Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi perlambatan ini, meski secara nominal, angka outstanding-nya justru sedikit naik.
Per Oktober lalu, pertumbuhan KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tercatat 6,8 persen secara tahunan. Angka ini turun tipis dari bulan September yang masih bertengger di 7,2 persen. Di sisi lain, nilai outstanding-nya justre merangkak naik ke level Rp830,9 triliun, dari sebelumnya Rp827,2 triliun.
Meski melambat, KPR tetap jadi andalan dalam kelompok Kredit Konsumsi. Sektor ini tumbuh 6,9 persen yoy di Oktober, turun dari 7,3 persen di bulan sebelumnya.
Yang menarik, secara keseluruhan, kredit properti justru menunjukkan tren yang lebih kuat. Pertumbuhannya mencapai 5 persen yoy, menguat dari 4,3 persen yoy di bulan sebelumnya. Khusus untuk kredit real estate, pertumbuhannya bahkan mencapai 7,7 persen yoy dengan outstanding Rp393,4 triliun.
Namun begitu, tidak semua sektor bergerak positif. Kredit konstruksi, misalnya, masih terlihat lesu dengan nilai yang stagnan.
Di antara berbagai jenis kredit konsumsi mulai dari kendaraan hingga multiguna KPR masih memegang peran sentral. Kredit ini tetap menjadi pilar utama yang menopang aktivitas konsumsi masyarakat.
Sementara itu, secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh stabil. Total kredit per Oktober mencapai Rp8.106,8 triliun, tumbuh 6,9 persen yoy, meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 7,2 persen yoy.
Artikel Terkait
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait