Bantuan Prioritas untuk Balita dan Lansia Tiba di Pengungsian Semeru

- Jumat, 21 November 2025 | 22:40 WIB
Bantuan Prioritas untuk Balita dan Lansia Tiba di Pengungsian Semeru

JAKARTA - Bantuan kemanusiaan akhirnya tiba untuk para pengungsi erupsi Gunung Semeru. Pada Jumat (21/11/2025) kemarin, Kepolisian Daerah Jawa Timur mendistribusikan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari perlengkapan balita hingga ratusan selimut untuk lansia.

Distribusi bantuan ini difokuskan di dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo. Menurut Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce, dua lokasi itu adalah Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo.

Di Posko SD 04 Supiturang sendiri, kondisi pengungsian cukup memprihatinkan. Laporan terbaru menyebut ada sekitar 214 jiwa yang mengungsi di sana, dengan kelompok rentan yang cukup signifikan. Terdapat 30 balita, satu bayi, tiga ibu menyusui, dua ibu hamil, 16 lansia, plus tiga penyandang disabilitas.

Sementara itu, Posko SMP 2 Pronojiwo justru dihuni oleh lansia dalam jumlah besar. Dari total pengungsi di sana, 88 orang merupakan kelompok usia lanjut, ditambah 49 anak-anak dan balita.

"Melihat demografi para pengungsi, terutama banyaknya balita dan lansia, bantuan yang kita berangkatkan hari ini adalah langkah tanggap darurat yang tepat sasaran," tegas Pasma, Jumat (21/11/2025).

Rincian bantuan yang dikirim Polda Jatim cukup beragam. Untuk Posko SD 04 Supiturang yang punya banyak balita, mereka mengirimkan kebutuhan khusus seperti susu, popok, kasur bayi, dan pakaian anak.

Tak ketinggalan, ada 450 selimut yang khusus dialokasikan untuk para lansia di kedua posko terutama untuk 88 lansia di SMP 2 Pronojiwo. Mereka juga menyiapkan 300 paket makanan ringan untuk mengganjal perut anak-anak dan remaja di lokasi pengungsian.

Lebih dari sekadar barang bantuan, Pasma menekankan pentingnya pendekatan humanis selama proses distribusi. Ia meminta seluruh personelnya menjaga koordinasi dengan posko setempat dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.

"Ingat, yang kita hadapi adalah warga yang sedang trauma. Laksanakan tugas dengan humanis dan penuh empati," pesannya tegas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar