10.7 Juta Kasus TBC Global 2024: Indonesia Peringkat 2, Kenali Faktor Risikonya

- Jumat, 14 November 2025 | 22:05 WIB
10.7 Juta Kasus TBC Global 2024: Indonesia Peringkat 2, Kenali Faktor Risikonya
Laporan Terbaru: 10.7 Juta Kasus TBC Global di 2024, Indonesia Peringkat Kedua

Kasus Tuberkulosis Global Capai 10.7 Juta, Indonesia Masuk Daftar Negara Terdampak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja merilis data mengejutkan mengenai penyebaran tuberkulosis (TBC). Laporan tersebut mengungkap bahwa setidaknya 10,7 juta penduduk dunia menderita penyakit ini sepanjang tahun 2024.

Dari total angka global tersebut, distribusi penderitanya terdiri dari 5,8 juta laki-laki, 3,7 juta perempuan, dan 1,2 juta anak-anak. Data ini menunjukkan bahwa TBC dapat menyerang semua kalangan, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

Mengenal Tuberkulosis (TBC) dan Cara Penularannya

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyerang organ paru-paru dan disebabkan oleh infeksi bakteri. Kabar baiknya, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Proses penularan TBC terjadi melalui udara, terutama ketika penderita batuk, bersin, atau meludah, sehingga kuman terhirup oleh orang di sekitarnya.

8 Negara Penyumbang Terbesar Kasus TBC Dunia

Epidemi TBC global secara signifikan didorong oleh sejumlah negara. Delapan negara berikut ini menyumbang dua per tiga dari total kasus TBC di seluruh dunia:

  • India (25%)
  • Indonesia (10%)
  • Filipina (6,8%)
  • China (6,5%)
  • Pakistan (6,3%)
  • Nigeria (4,8%)
  • Republik Demokratik Kongo (3,9%)
  • Bangladesh (3,6%)

Faktor Risiko Utama yang Memperparah Epidemi TBC

WHO juga mengidentifikasi lima faktor risiko utama yang menjadi pendorong utama merebaknya TBC. Kelima faktor tersebut adalah:

  1. Kondisi kekurangan gizi
  2. Infeksi HIV
  3. Penyakit diabetes
  4. Kebiasaan merokok
  5. Konsumsi alkohol

Angka Kematian dan Tren Penurunan TBC

Meskipun angka kematian akibat TBC mengalami penurunan sekitar tiga persen dibandingkan tahun 2023, penyakit ini masih menjadi pembunuh infeksius nomor satu di dunia, dengan korban jiwa mencapai sekitar 1,23 juta orang. Di sisi lain, jumlah kasus TBC secara global juga menunjukkan tren penurunan hampir dua persen.

Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya TBC dan mendorong upaya pencegahan serta deteksi dini untuk memutus mata rantai penularannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar