IMF Proyeksikan Perlambatan Ekonomi AS Menjelang Akhir 2025
International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan mengalami perlambatan signifikan pada kuartal terakhir tahun 2025. Namun, lembaga keuangan global ini mengaku kesulitan memberikan proyeksi angka yang akurat akibat terbatasnya data ekonomi selama periode government shutdown.
Juru Bicara IMF Julie Kozack mengungkapkan bahwa penutupan pemerintah federal AS yang berlangsung selama 43 hari telah membatasi kemampuan analisis mereka. "Ketersediaan data yang terbatas menyulitkan kami dalam menilai kondisi ekonomi AS secara komprehensif," jelas Kozack dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini.
Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS
Sebelumnya, IMF telah mempublikasikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sebesar 1,9 persen untuk akhir tahun 2025. Namun, berdasarkan perkembangan terkini, Kozack mengindikasikan bahwa angka aktual kemungkinan akan lebih rendah dari perkiraan awal tersebut.
Penutupan pemerintah federal yang terjadi mulai 1 Oktober hingga 12 November tercatat sebagai yang terpanjang dalam sejarah politik Amerika Serikat. Durasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran pemantauan indikator ekonomi utama.
Faktor-Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi AS
Meskipun mengakui ketangguhan ekonomi AS dalam beberapa tahun terakhir, IMF mencatat beberapa tekanan yang mulai muncul. "Permintaan domestik menunjukkan tren penurunan, sementara pertumbuhan lapangan kerja juga mengalami perlambatan," papar Kozack.
Beberapa faktor yang disebutkan turut membebani aktivitas ekonomi meliputi melambatnya arus imigrasi, kebijakan tarif, serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan secara keseluruhan. Kombinasi elemen-elemen ini dinilai berkontribusi terhadap perlambatan yang diproyeksikan.
Artikel Terkait
Ekspor Korea Selatan Cetak Rekor Baru 87,8 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, Didorong Lonjakan Chip AI
Ragunan Duga Aksi Bocah di Batas Kandang Gajah Sengaja Demi Konten Viral
Prabowo Ajak Bangsa Jujur soal Pemerataan Ekonomi, Akui Kekayaan Alam Belum Sepenuhnya untuk Rakyat
Lebih dari 120 Kapal Dicegat atau Dilumpuhkan Militer AS sejak Blokade Pelabuhan Iran