Audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri dan GNB: Langkah Konkrit Perbaiki Sistem Kepolisian
Komisi Percepatan Reformasi Polri baru-baru ini menyelenggarakan audiensi strategis bersama Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Pertemuan yang digelar di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dari beragam latar belakang, menandai komitmen kolektif untuk memajukan institusi kepolisian.
Jimly Asshiddiqie Soroti Pentingnya Masukan Filosofis dan Teknis
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa pertemuan ini berfungsi sebagai wadah krusial untuk menampung aspirasi dari GNB. Jimly menyatakan bahwa audiensi ini menghasilkan banyak masukan berharga, tidak hanya yang bersifat teknis operasional tetapi juga tinjauan filosofis yang mendalam untuk memperbaiki sistem kepolisian Indonesia secara fundamental.
Fokus Utama: Bebaskan Polri dari Intervensi Politik dan Bisnis
Jimly Asshiddiqie juga menekankan salah satu fokus utama dari reformasi ini adalah menjaga Polri agar independen dan terbebas dari segala bentuk intervensi politik serta kepentingan bisnis. Tujuan strategis ini dinilai sebagai kunci utama untuk membangun dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
GNB Tekankan Peran Polri sebagai Pelindung Rakyat
Pimpinan Gerakan Nurani Bangsa, Sinta Nuriyah Wahid, dalam kesempatan yang sama menyoroti peran mendasar Polri. Dia menekankan bahwa kepolisian hadir untuk menjadi pelindung masyarakat dan penjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, fungsi ini hanya dapat terwujud secara optimal dalam penyelenggaraan negara yang berkeadilan dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Otto Hasibuan Sebut Keputusan Presiden sebagai "Keputusan Emas"
Ditinjau dari perspektif hukum, Otto Hasibuan menilai pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri merupakan sebuah langkah bersejarah. Otto menyebut keputusan Presiden ini sebagai sebuah "keputusan emas" yang membuka peluang sangat besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh di dalam tubuh institusi kepolisian. Dia juga menyatakan keterbukaan komisi untuk menerima kontribusi positif dari semua pihak, menegaskan bahwa reformasi ini berfokus pada pencarian solusi, bukan hanya mengidentifikasi masalah.
Mencari Akar Masalah dan Memulihkan Kepercayaan Publik
Otto Hasibuan menambahkan bahwa fokus utama lain dari komisi adalah mendalami akar penyebab mengapa kepercayaan masyarakat terhadap Polri belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan pemahaman tersebut, komisi akan bekerja untuk menemukan dan merekomendasikan langkah-langkah perbaikan yang bersifat sistemik dan berkelanjutan.
Kapolri Apresiasi Semangat Kolaborasi dan Siap Terima Rekomendasi
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan semangat kolaborasi antara Komisi Reformasi dan GNB. Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk senantiasa terbuka terhadap kritik dan saran konstruktif guna meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan publik. Dia menekankan bahwa masukan dari masyarakat sangat vital agar Polri dapat menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat. Kapolri juga menyatakan kesiapan penuh Polri untuk melaksanakan setiap rekomendasi yang dihasilkan komisi sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan reformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Seskab Bantah Isu Produk AS Bebas Masuk Tanpa Sertifikasi Halal
Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Mantan Agen CIA Klaim Trump Siap Serang Iran Pekan Depan di Tengah Jalur Diplomasi Aktif
Trump Pertanyakan Sikap Iran Meski AS Kerahkan Kekuatan Militer Signifikan