Di balik momen keakraban itu, Prabowo menyampaikan pesan inti yang sarat makna. Presiden RI ini mengingatkan seluruh kader bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah untuk menciptakan warisan terbaik bagi bangsa.
Dia mengutip sebuah peribahasa kuno untuk menekankan betapa pentingnya meninggalkan nama baik. "Lebih baik kita berbuat yang terbaik untuk rakyat," tegas Prabowo.
"Gajah meninggal meninggalkan gading. Harimau meninggal, mati, meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama," lanjutnya dengan penuh keyakinan.
Arahan Konkret untuk Kader Gerindra
Pesan filosofis tersebut langsung dikaitkan dengan tugas dan tanggung jawab nyata. Prabowo menekankan agar seluruh kader Gerindra terus bekerja tanpa lelah untuk kepentingan rakyat.
Dia juga meminta partainya aktif mendukung dan menyukseskan program-program prioritas pemerintah. Salah satu program yang secara spesifik disebutkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan janji kampanye utamanya.
Bagi Prabowo, warisan terbesar seorang pemimpin bukan terletak pada kekayaan atau jabatan, melainkan pada kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya untuk generasi penerus bangsa.
"Lebih baik kita dikenang karena membela rakyat. Lebih baik dikenang membawa Indonesia sejahtera, dikenang memberi makan semua anak-anak dan ibu hamil seluruh Indonesia," pungkas Prabowo menutup amanatnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir