Megawati Soekarnoputri Tegaskan Pemberian Gelar Pahlawan Harus Hati-Hati
Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia, menyerukan agar pemerintah bersikap hati-hati dan tidak gegabah dalam pemberian gelar pahlawan nasional. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar internasional di Auditorium Soekarno, Kota Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu (1/11).
Dalam pidatonya, putri Proklamator Bung Karno itu menegaskan bahwa gelar pahlawan memiliki makna yang sangat khusus dan mendalam. "Mbok, ya, hati-hati kalau mau jadiin pahlawan itu, lo. Ya, jangan gampang, dong," ujar Megawati Soekarnoputri.
Pesan Kehati-hatian Megawati Soekarnoputri
Meski tidak menyebut nama tertentu, Megawati dengan tegas menyatakan bahwa Bung Karno adalah sosok yang pantas dan benar-benar layak disebut sebagai pahlawan sejati. Pesan kehati-hatiannya ini kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, inti pesan dari Megawati Soekarnoputri adalah bahwa gelar pahlawan merupakan simbol ideal yang harus menjadi teladan bagi generasi muda dan seluruh anak bangsa. Oleh karena itu, proses penganugerahannya tidak boleh dilakukan dengan mudah.
Kriteria Pemberian Gelar Pahlawan Menurut PDIP
Hasto Kristiyanto juga menjelaskan kriteria yang seharusnya dipertimbangkan negara sebelum menganugerahkan gelar pahlawan. Pertama, negara perlu menimbang kontribusi dan peran seseorang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua, peran dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) juga menjadi faktor penentu yang sangat krusial.
Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa gelar pahlawan tidak pantas diberikan kepada individu yang memiliki catatan dalam mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan atau yang terlibat dalam upaya membungkam suara rakyat yang seharusnya dilindungi.
Dengan demikian, pernyataan Megawati Soekarnoputri ini menekankan betapa sakral dan pentingnya makna sebuah gelar kepahlawanan, yang harus dijunjung tinggi dan diberikan hanya kepada mereka yang benar-benar memenuhi kriteria perjuangan dan pengabdian yang luar biasa bagi bangsa dan negara.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI