Bahlil Cs Bikin Kinerja Terburuk Sejak Prabowo-Gibran Memerintah?

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Bahlil Cs Bikin Kinerja Terburuk Sejak Prabowo-Gibran Memerintah?

Kinerja Bahlil Lahadalia Raih Skor Terendah, Ini Hasil Riset IndoStrategi

Dalam evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatatkan skor kinerja terendah di antara seluruh menteri kabinet. Sebaliknya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meraih skor tertinggi.

Temuan ini merupakan hasil riset independen dari lembaga survei IndoStrategi yang dirilis pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Jakarta Selatan.

Peringkat Kinerja Menteri Tertinggi dan Terendah

Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meraih skor tertinggi, yaitu 3,35. Beberapa kementerian lain yang juga memperoleh skor tinggi antara lain:

  • Kementerian Luar Negeri (3,32)
  • Kementerian Agama (3,26)
  • Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (3,22)
  • Kementerian Pertanian (3,21)

Sementara itu, Kementerian ESDM di bawah Bahlil Lahadalia berada di peringkat terbawah. Beberapa kementerian dengan skor rendah lainnya adalah:

  • Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (2,81)
  • Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (2,81)
  • Kementerian Hak Asasi Manusia (2,79)
  • Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (2,77)

Analisis Kinerja Kementerian ESDM

Meski mendapat skor terendah, Ali Noer Zaman mengungkapkan terdapat faktor positif dari kinerja Kementerian ESDM. Program hilirisasi mineral dan pertambangan, serta penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dinilai berhasil mengurangi praktik pertambangan ilegal.

Namun, beberapa faktor negatif yang mempengaruhi penilaian adalah:

  • Isu lingkungan yang merusak ekosistem
  • Tingkat ketergantungan pada batu bara yang masih tinggi
  • Kinerja komunikasi publik Menteri ESDM yang dinilai masih retoris dan tidak diimbangi eksekusi konkret di lapangan

Metodologi Riset IndoStrategi

Riset kualitatif ini dilakukan pada periode awal September hingga 13 Oktober 2025 dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 424 orang yang tersebar di 34 provinsi dengan kriteria:

  • Pendidikan minimal Strata Satu (S1), S2, atau S3
  • Memiliki pekerjaan tetap seperti guru, dosen, aktivis, karyawan, dan pengusaha

Selain wawancara langsung, riset ini juga melibatkan analisis mendalam terhadap sumber berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta pandangan dari para pengamat dan akademisi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar