Menurut analisis Eep, ketidaksiapan Jokowi ini justru terlihat sebelum masa kepresidenannya berakhir, yaitu saat masih berkuasa. Eep merujuk pada peristiwa perubahan persyaratan calon presiden dan wakil presiden yang membuka peluang bagi putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk memenuhi syarat pencalonan.
"Yaitu ketika dia punya peranan yang amat sangat besar terjadinya perubahan persyaratan capres-cawapres menjadi puteranya (Gibran Rakabuming Raka) menjadi memenuhi syarat," jelas Eep.
Dari situlah, Eep menilai Jokowi sebagai orang yang paling cemas meninggalkan kekuasaan setelah mendudukinya selama 10 tahun. "Ketika ada anaknya di situ, maka dia seperti meninggalkan jejak kekuasaan," pungkas Eep.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir