Menurut analisis Eep, ketidaksiapan Jokowi ini justru terlihat sebelum masa kepresidenannya berakhir, yaitu saat masih berkuasa. Eep merujuk pada peristiwa perubahan persyaratan calon presiden dan wakil presiden yang membuka peluang bagi putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk memenuhi syarat pencalonan.
"Yaitu ketika dia punya peranan yang amat sangat besar terjadinya perubahan persyaratan capres-cawapres menjadi puteranya (Gibran Rakabuming Raka) menjadi memenuhi syarat," jelas Eep.
Dari situlah, Eep menilai Jokowi sebagai orang yang paling cemas meninggalkan kekuasaan setelah mendudukinya selama 10 tahun. "Ketika ada anaknya di situ, maka dia seperti meninggalkan jejak kekuasaan," pungkas Eep.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah