Menurut Rahman, komunitas pengemudi Ojol di berbagai wilayah telah memberikan edukasi kepada para anggotanya agar tidak terprovokasi atau ikut serta dalam aksi-aksi anarkis.
“Jangan bersifat atau melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum dan penjarahan. Itu memang tidak kami inginkan. Kami berusaha sebisa mungkin untuk meredam melalui teman-teman kami di wilayah kami masing-masing,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, ungkap Rahman, Wapres Gibran merespons positif, termasuk berjanji akan mengawal proses hukum terkait insiden yang menyebabkan Affan Kurniawan meninggal dunia.
“Alhamdulillah beliau tadi menangkapnya secara positif dan menjanjikan akan melakukan proses hukum kepada para pelaku insiden yang menimpa almarhum, rakan kita, Affan Kurniawan, kebetulan masih sahabat saya juga,” ucap Rahman.
Lebih jauh, Rahman menegaskan bahwa pengemudi Ojol selama ini tidak pernah bertindak anarkis apabila melakukan aksi unjuk rasa, sehingga ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang telah menunggangi aksi unjuk rasa belakangan ini.
“Saya juga teman-teman berani menjamin kalau anak-anak Ojol selama ini demo juga tidak pernah anarkis, tidak pernah melakukan penjarahan. Sepertinya demo-demo saat ini sudah disusupilah,” jelasnya.
Terakhir, Rahman mengajak rekan-rekannya sesama Ojol dan masyarakat umum untuk tetap bijak dalam menyikapi situasi dan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini.
“Untuk teman-teman Ojol, baik yang tergabung dalam komunitas ataupun single fighter di manapun berada, mari, jangan terpancing isu-isu provokatif dan ajakan-ajakan demo yang bersifat anarkis," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi Ditutup, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dapat SP3
Polemik Ijazah Jokowi Diprediksi Tak Kunjung Padam
Materai Rp100 di Ijazah Jokowi Disorot, Jubir PSI: Itu Hal Biasa
Polemik Ijazah Jokowi: Dari Debat Gagasan ke Ranah Hukum, Ada Hitungan Politik di Baliknya