Pelayanan yang diberikan untuk para anak berkebutuhan khusus itu antara lain terapi, kelas pengembangan, forum orang tua, program kemandirian, pemberdayaan ekonomi, pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, outing class dan kerja sama dengan institusi perguruan tinggi. Khusus mereka yang membutuhkan terapi dan pendampingan lebih lanjut, Pemkab Sukoharjo menyediakan tenaga medis untuk berkeliling di seluruh kecamatan, agar bisa memaksimalkan pelayanan.
Oleh karena itu, Ganjar pun memastikan bakal mengadopsi program serupa untuk diberlakukan di seluruh daerah wilayah di Indonesia.
"Terapisnya berkeliling ke 12 kecamatan. Ini model Sukoharjo bisa dinasionalkan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus ini kelak bisa menjadi lebih mandiri," ujar Ganjar.
Ia menekankan, komitmen melibatkan seluruh warga Indonesia, khususnya disabilitas juga telah diutarakan Ganjar saat sesi debat capres beberapa waktu lalu.
Ganjar memaparkan upaya pembangunan dengan terus merangkul seluruh kalangan termasuk kelompok disabilitas, yang sejalan dengan teori 'No One Left Behind' atau tidak ada seorang pun yang tertinggal.
"Dalam debat kemarin saya ceritakan dalam perencanaan pembangunan kelompok disabilitas mesti dilibatkan dan teori no one left behind tidak ada yang tertinggal itu bisa dipraktikkan, ini malah sudah praktik," pungkas Ganjar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI
Kata Cangkem Dahnil Anzar Picu Gelombang Tuntutan Pencopotan