Oleh karena itu, Efriza menyimpulkan kegagalan Nadiem mengurusi sektor pendidikan dalam negeri tidak bisa dilepaskan dengan peran penting Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
"Ini artinya Jokowi juga menjadi aktor pendidikan di Indonesia yang tidak berorientasi ke manusia dengan dasar visi pendidikan maupun kesejahteraannya," demikian Efriza. rmol news logo article
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Kunjungan Tersangka ke Solo Picu Sindiran Tajam: Ada Pejuang, Ada Pecundang
Roy Suryo Geram Disingkirkan dari Pertemuan Eggi-Jokowi di Solo
Jokowi Sambut Hangat Tersangka Kasus Ijazah Palsu di Solo
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda