MURIANETWORK.COM – Eggi Sudjana, yang menjabat sebagai Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), punya pandangan keras soal Roy Suryo. Menurutnya, pakar telematika itu terlihat terlalu percaya diri menanggapi kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
"Dia belagu, sok merasa hebat," ucap Eggi dalam percakapan telepon dengan aktivis Ruslan Buton.
Yang menarik, Eggi mengungkapkan bahwa awalnya Roy Suryo dan Rismon Sianipar-lah yang memintanya, bersama Damai Hari Lubis, untuk membela mereka secara hukum. Permintaan itu terkait kasus yang sama, yaitu soal tudingan ijazah Jokowi.
Tapi kemudian, ceritanya berbelok. Eggi menyebut ada urusan biaya yang tak kunjung jelas.
"Tapi lu bayar dong ini makanan Rp5 juta. (Tapi dia bilang) nggak ada bang," kata Eggi, seperti dikutip dari Refly Harun Podcast berjudul "Info A1! Eggi Sudjana Diincar Luhut?! Geger Ruslan Bocorkan Percakapan dengan Sosok 'S'!". Percakapan itu beredar dan dilihat redaksi pada Kamis, 29 Januari 2026.
Perjalanan kasus ini memang berliku. Sebelumnya, Eggi dan Damai sempat mendatangi kediaman Jokowi di Solo, tepatnya pada Kamis sore, 8 Januari 2026.
Dan sepekan setelah ‘sowan’ itu, mereka berdua menerima SP3. Status tersangka pun gugur bagi mereka.
Namun begitu, kasusnya sendiri belum berakhir. Masih ada enam orang yang tercatat sebagai tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu tersebut.
Mereka terbagi dalam dua klaster. Klaster pertama adalah Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, dan Rustam Effendi.
Sedangkan klaster kedua berisi nama-nama yang sempat disebut tadi: Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Mereka inilah yang masih harus berhadapan dengan proses hukum berikutnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir