Dosen UI Ungkap Kritik ke Jokowi: Infrastruktur Megah, Tapi Kekuasaan Masih di Jakarta

- Rabu, 28 Januari 2026 | 06:25 WIB
Dosen UI Ungkap Kritik ke Jokowi: Infrastruktur Megah, Tapi Kekuasaan Masih di Jakarta

Dalam kesempatan itu, Mulyadi merasa perlu menyuarakan kegelisahannya. Di matanya, pembangunan yang digaungkan itu masih timpang. Pusat gravitasi kekuasaan dan pembangunan, menurutnya, masih terpusat di Jakarta. Akibatnya, meski terlihat sibuk, hasil di lapangan kerap tak maksimal.

"Menteri meresmikan jembatan, foto-foto untuk propaganda, nggak ada hasilnya. Karena kekuasaan tidak diberikan kepada daerah,"

ujarnya tegas.

Intinya, meski proyek fisik bertebaran, sejumlah target pembangunan disebutkan belum tercapai. Ada kesenjangan antara kemegahan peresmian dan manfaat berkelanjutan yang dirasakan masyarakat di daerah. Pembangunan fisik yang masif, di sisi lain, belum sejalan dengan pemerataan wewenang dan keadilan yang seutuhnya.


Halaman:

Komentar