Dalam kesempatan itu, Mulyadi merasa perlu menyuarakan kegelisahannya. Di matanya, pembangunan yang digaungkan itu masih timpang. Pusat gravitasi kekuasaan dan pembangunan, menurutnya, masih terpusat di Jakarta. Akibatnya, meski terlihat sibuk, hasil di lapangan kerap tak maksimal.
"Menteri meresmikan jembatan, foto-foto untuk propaganda, nggak ada hasilnya. Karena kekuasaan tidak diberikan kepada daerah,"
ujarnya tegas.
Intinya, meski proyek fisik bertebaran, sejumlah target pembangunan disebutkan belum tercapai. Ada kesenjangan antara kemegahan peresmian dan manfaat berkelanjutan yang dirasakan masyarakat di daerah. Pembangunan fisik yang masif, di sisi lain, belum sejalan dengan pemerataan wewenang dan keadilan yang seutuhnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir