Akun @valerine3031 menimpali dengan nada yang lebih getir, “Bismillah Indonesia selanjutnya… biar gak jadi beban negara sama beban masyarakat… kerjaan gak jelas gaji bejibun.”
“Bubarkan DPR Indonesia jg dong,” sergah @adri_nofrial, disertai emoticon tangis.
Seruan-seruan itu sebenarnya bukan hal baru. Pada akhir Agustus 2025 silam, gelombang demonstrasi besar pernah menyerukan hal yang sama. Aksi massa waktu itu dilandasi kekecewaan publik yang merasa banyak anggota dewan tak lagi peka dengan jeritan kesulitan rakyat biasa.
Jadi, ketika Jepang mengambil langkah tegas hari ini, wajar jika harapan itu kembali mengemuka. “Disini perlu terapkan juga,” tulis @glorymu110. Sementara @zaki.n.razak hanya menyampaikan pertanyaan singkat yang penuh makna: “Kapan Indonesia?”
Suara-suara di dunia maya itu, meski ringkas, menggambarkan sebuah kerinduan akan perubahan. Mereka melihat apa yang terjadi di Tokyo, dan bertanya-tanya kapan angin segar serupa akan berhembus di Jakarta.
Artikel Terkait
Warga Wamena Keluhkan BBM Rp25 Ribu, Respons Santai Gibran Tuai Sorotan
Rustam Effendi Buka Suara: Eggi Sudjana Bisa Sewaktu-waktu Balik Badan
Gerakan Rakyat Usung Anies, NasDem Sindir: Pemilunya Masih Lama
Diplomasi Tingkat Tinggi di Solo: Ketika Maaf Tak Perlu Diucapkan dalam Rekonsiliasi Politik