Suasana Wamena, Papua, pagi itu tampak seperti biasa. Tapi di tengah kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah percakapan singkat justru menyulut perdebatan panjang di jagat maya. Potongan video yang diunggah seorang warganet itu menangkap momen yang dinilai banyak orang sangat kontras.
Seorang pria warga lokal menyampaikan keluhan getirnya. Masalahnya klasik, tapi dampaknya luar biasa mencekik: harga BBM di wilayahnya melambung tak wajar.
Begitu ujarnya, dengan harapan tertumpu pada sang wakil presiden yang berdiri tak jauh darinya. Angka yang disebutkan Rp25.000 per liter bukan main. Itu hampir tiga kali lipat harga di Pulau Jawa.
Gibran, yang kala itu berpenampilan kasual dengan kemeja hijau dan tas selempang, mendengarkan. Ekspresinya? Tenang. Bahkan terbilang datar. Ia lalu bertanya singkat untuk memastikan.
Setelah warga mengiyakan bahwa harga selangit itu berlaku untuk semua jenis, termasuk solar, respons Gibran justru mengalihkan pembicaraan. Alih-alih membahas langkah konkret menekan harga, ia bicara soal proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan.
Nada bicaranya biasa saja. Santai. Dan justru kesantai inilah yang memicu gelombang komentar.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir