MURIANETWORK.COM - Awal tahun 2026 ini, gugatan soal ijazah mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi malah makin panas. Persidangan di PN Surakarta terus bergulir, sementara peta politik dan hukum di sekitar kasus ini terlihat kian berubah. Yang menarik, beberapa tokoh yang dulu vokal mengkritik kini justru menunjukkan sikap berbeda.
Menurut Muslim Arbi dari Gerakan Perubahan, situasinya malah menguntungkan pihak Roy Suryo dan kawan-kawan yang justru sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Dukungan buat mereka, kata Muslim, malah makin kuat, baik secara hukum maupun di mata publik.
"Kalau lihat peta pertempuran kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ini, tahun 2026 makin seru saja," ujar Muslim kepada RMOL, Minggu (18/1).
Ia menyorot sidang Citizen Law Suit (CLS) di Surakarta pada 13 Januari lalu. Dua saksi fakta dihadirkan: mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dan Rudjito. Nah, kesaksian mereka ini justru dianggap Muslim semakin menguatkan keraguan atas klaim keaslian ijazah Jokowi dari UGM.
"Kesaksian mantan Wakapolri dan Rudjito soal ijazah Jokowi yang diklaim dari UGM itu semakin tak terbantahkan," tegasnya.
Muslim juga menyindir ketidakhadiran Jokowi di persidangan. Padahal, sebelumnya mantan presiden itu disebut-sebut akan datang dan membawa ijazah asli. Menurut dia, ini jelas bagian dari perubahan strategi.
"Bisa jadi, setelah lihat jalannya sidang, Jokowi yang sempat sesumbar akan hadir dan bawa ijazah asli itu malah memilih mangkir. Tidak berani hadir," tutur Muslim.
Di sisi lain, perubahan sikap aktivis Eggi Sudjana jadi sorotan. Belakangan, Eggi bertemu Jokowi bersama Damai Hari Lubis (DHL). Usai pertemuan itu, Eggi langsung memecat sejumlah aktivis Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk Muslim sendiri yang mengaku masih menjabat sebagai Ketua TPUA.
Artikel Terkait
SBY Beri Peringatan: Dunia Berdiri di Ambang Prahara Besar
Gerakan Rakyat Resmi Usung Anies Baswedan, Siapkan Partai Politik untuk 2026
Gibran Santai Disindir Pandji, Malah Apresiasi Mens Rea yang Tembus Puncak Netflix
Desakan Mundur Meutya Hafid Menguat, Strategi Blokir Judi Online Dinilai Gagal Total