Kunjungan Tersangka ke Solo Picu Sindiran Tajam: Ada Pejuang, Ada Pecundang

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:25 WIB
Kunjungan Tersangka ke Solo Picu Sindiran Tajam: Ada Pejuang, Ada Pecundang

"Dalam perjalanan, kan, selalu ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak, ada yang loyo. Sudah pasti, ada pemberani dan tak kurang pula yang pengecut."

Dia kemudian menyambung dengan kalimat pendek yang sarat makna.

"Intinya, ada pejuang ada pecundang."

Lebih dari sekadar komentar, Khozinudin melihat momen ini justru harus jadi bahan instrospeksi bagi siapa saja yang mengaku berjuang. Pesannya jelas: jangan sampai perjuangan itu ternoda oleh pamrih yang bersifat duniawi.

"Jangan berjuang untuk cari pujian, harta, atau kedudukan," tegasnya. "Apalagi sekadar ingin dianggap pahlawan."

Pertemuan di Solo dan tanggapan yang mengikutinya seolah menggambarkan sebuah pecahan dari peta politik yang lebih besar. Semuanya bergerak, ada yang berbelok, dan semuanya menuai tafsirnya masing-masing.


Halaman:

Komentar