ucap Roy. Nada suaranya kemudian berubah keras. Menurutnya, tindakan seperti itu jauh dari kata pejuang. “Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang,” tegasnya.
Isu perpecahan di antara mereka pun dibantah. Roy menjelaskan, sejak awal dia memang tidak satu tim kuasa hukum dengan Eggi. Jadi, kata dia, tak ada yang namanya pecah kongsi.
Di sisi lain, Roy menyoroti satu poin yang dia anggap paling penting. Dia mendesak Eggi untuk mengungkap siapa saja sebenarnya yang hadir dalam pertemuan di Solo itu.
tegasnya lagi.
Menurut informasi yang dia terima langsung dari Eggi yang dia sebut sebagai informasi tingkat tinggi ada dua polisi aktif yang ikut hadir. Padahal, kedua anggota polisi itu sedang menangani perkara yang berjalan. Roy geram.
“Itu tidak boleh. Pak Prabowo harus tertibkan anggota ini, atau Kapolri harus tertibkan. Tidak boleh ada polisi aktif yang sedang menangani perkara ikut serta. Apa tujuannya?” pungkasnya dengan nada penuh tanya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir