"Sayangnya, tak ada inisiatif yang serius dari Kejagung untuk membersihkan arang hitam di wajah institusinya," sambungnya.
Yang terjadi malah sebaliknya. Alih-alih berbenah, Kejaksaan justru terlihat asyik memainkan peran seperti badut dengan muka yang sudah kotor itu. Mereka, tanpa rasa sungkan, mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bagi banyak orang terdengar lucu dan menggelikan.
Khozinudin menutup kritiknya dengan nada getir. Ia seolah mengajak kita semua untuk melihat situasi ini dengan kepala dingin, meski hati mungkin panas.
"Sebagai rakyat, rasanya kita harus mulai terbiasa tertawa atas kinerja aparat kita, meskipun sejatinya kinerja itu sangat menyakitkan bagi asa keadilan hukum di negeri ini," pungkasnya.
Kasus ini tentu bukan yang pertama. Dan banyak yang menduga, bukan yang terakhir. Pertanyaannya sekarang, sampai kapan wajah hukum kita akan terus tercoreng seperti ini?
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir