"Sayangnya, tak ada inisiatif yang serius dari Kejagung untuk membersihkan arang hitam di wajah institusinya," sambungnya.
Yang terjadi malah sebaliknya. Alih-alih berbenah, Kejaksaan justru terlihat asyik memainkan peran seperti badut dengan muka yang sudah kotor itu. Mereka, tanpa rasa sungkan, mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bagi banyak orang terdengar lucu dan menggelikan.
Khozinudin menutup kritiknya dengan nada getir. Ia seolah mengajak kita semua untuk melihat situasi ini dengan kepala dingin, meski hati mungkin panas.
"Sebagai rakyat, rasanya kita harus mulai terbiasa tertawa atas kinerja aparat kita, meskipun sejatinya kinerja itu sangat menyakitkan bagi asa keadilan hukum di negeri ini," pungkasnya.
Kasus ini tentu bukan yang pertama. Dan banyak yang menduga, bukan yang terakhir. Pertanyaannya sekarang, sampai kapan wajah hukum kita akan terus tercoreng seperti ini?
Artikel Terkait
Catatan Absensi Anwar Usman di MK Kembali Jadi Sorotan
Pilkada Campuran: Solusi atau Sekadar Memindahkan Arena Transaksi?
Menteri Keuangan Tak Bisa Tidur, Menunggu Uang Negara Masuk di Detik-Detik Akhir Tahun
Iwakum Desak Polisi Usut Tuntas Teror Beruntun kepada Aktivis dan Konten Kreator