Dia melihat situasi di bawah kendali Bahlil dan Sarmuji sangat mengkhawatirkan. Posisi Golkar, kata Riza, rawan dan berbahaya. Degradasi di pemilu mendatang bukan lagi sekadar ancaman, tapi sebuah kemungkinan yang sangat nyata jika tak ada perubahan.
Karena itulah, Riza merasa sudah waktunya para sesepuh partai turun tangan. Dia menyebut nama-nama besar seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan tentu saja Airlangga Hartarto. Mereka, dalam pandangannya, harus segera bergerak menyelamatkan Beringin dari kehancuran.
Riza juga memberi peringatan khusus. Kasus pemberhentian Ijeck di Sumut, menurutnya, jangan dianggap sepele. Masalah lokal itu berpotensi memicu implikasi yang meluas secara nasional, memperparah krisis yang sudah ada.
Seruannya jelas: ganti pimpinan, atau hadapi risiko terpuruk. Suara dari dalam ini menggambarkan betapa panasnya suhu politik di tubuh Partai Golkar saat ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir