Dia melihat situasi di bawah kendali Bahlil dan Sarmuji sangat mengkhawatirkan. Posisi Golkar, kata Riza, rawan dan berbahaya. Degradasi di pemilu mendatang bukan lagi sekadar ancaman, tapi sebuah kemungkinan yang sangat nyata jika tak ada perubahan.
Karena itulah, Riza merasa sudah waktunya para sesepuh partai turun tangan. Dia menyebut nama-nama besar seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan tentu saja Airlangga Hartarto. Mereka, dalam pandangannya, harus segera bergerak menyelamatkan Beringin dari kehancuran.
Riza juga memberi peringatan khusus. Kasus pemberhentian Ijeck di Sumut, menurutnya, jangan dianggap sepele. Masalah lokal itu berpotensi memicu implikasi yang meluas secara nasional, memperparah krisis yang sudah ada.
Seruannya jelas: ganti pimpinan, atau hadapi risiko terpuruk. Suara dari dalam ini menggambarkan betapa panasnya suhu politik di tubuh Partai Golkar saat ini.
Artikel Terkait
Megawati Tegaskan Kader PDIP: Bantu Korban Bencana Tanpa Tanya Partai
Dasco Ahmad: Menjembatani Megawati hingga Baasyir Demi Stabilitas 2025
Gelora Bantuan Banjir, Ijeck Justru Dicopot dari Ketua DPD Golkar Sumut
Ijeck Akui Kekecewaan Usai Dicopot dari Ketua Golkar Sumut