Kader Golkar Sumut Tuding Pucuk Pimpinan Sebagai Pengkhianat

- Minggu, 21 Desember 2025 | 08:00 WIB
Kader Golkar Sumut Tuding Pucuk Pimpinan Sebagai Pengkhianat

MURIANETWORK.COM – Ancaman itu nyata. Partai Golkar, partai besar yang sudah lama mengakar, dikhawatirkan bakal terjungkal pada pemilu nanti. Dan menurut salah satu kadernya di Sumatera Utara, penyebabnya justru datang dari pucuk pimpinannya sendiri.

Riza Fakhrumi Tahir, Wakil Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Golkar Sumut, tak sungkan menyebut nama. Bahlil Lahadalia, sang Ketua Umum, Sekjen Muhammad Sarmuji, dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dinilainya sebagai biang keladi pelemahan partai. Pernyataannya itu dia sampaikan pada Sabtu, 20 Desember 2025.

“Mereka pengkhianat,” tegas Riza, yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut.

Dia dengan keras menilai kerja politik ketiganya saat ini lebih mengarah pada kepentingan partai lain, bukan untuk Golkar. Menurutnya, mereka adalah orang-orang yang paling bertanggung jawab atas kondisi partai yang kian rapuh.

“Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan Golkar. Harus disingkirkan,” ucapnya tanpa tedeng aling-aling.

Dia melihat situasi di bawah kendali Bahlil dan Sarmuji sangat mengkhawatirkan. Posisi Golkar, kata Riza, rawan dan berbahaya. Degradasi di pemilu mendatang bukan lagi sekadar ancaman, tapi sebuah kemungkinan yang sangat nyata jika tak ada perubahan.

Karena itulah, Riza merasa sudah waktunya para sesepuh partai turun tangan. Dia menyebut nama-nama besar seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan tentu saja Airlangga Hartarto. Mereka, dalam pandangannya, harus segera bergerak menyelamatkan Beringin dari kehancuran.

Riza juga memberi peringatan khusus. Kasus pemberhentian Ijeck di Sumut, menurutnya, jangan dianggap sepele. Masalah lokal itu berpotensi memicu implikasi yang meluas secara nasional, memperparah krisis yang sudah ada.

Seruannya jelas: ganti pimpinan, atau hadapi risiko terpuruk. Suara dari dalam ini menggambarkan betapa panasnya suhu politik di tubuh Partai Golkar saat ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar