Jumat sore, 30 Januari 2026, dunia keuangan Indonesia dikejutkan oleh sebuah pengumuman. Mahendra Siregar memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Langkah ini juga diikuti oleh pengunduran diri KE PMDK dan DKTK.
Dalam pernyataannya, Mahendra menyebut keputusan ini sebagai sebuah bentuk tanggung jawab moral. Tujuannya, untuk mendukung langkah-langkah pemulihan yang dinilai perlu segera dilakukan.
"OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional,"
Begitu bunyi keterangan resmi yang dikeluarkan lembaga itu di hari yang sama. Proses pengunduran diri ini, disebutkan, sudah disampaikan secara resmi dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku, termasuk mengacu pada UU OJK dan UU P2SK.
Padahal, masa jabatannya seharusnya masih panjang. Mahendra baru terpilih untuk periode 2022-2027 pada April 2022 lalu. Artinya, dia baru menjalani kurang dari empat tahun dari masa bakti lima tahunannya.
Karir pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1962 ini memang sangat panjang dan berwarna. Sebelum memimpin OJK, ia adalah Wakil Menteri Luar Negeri. Tapi itu hanya satu dari sekian banyak posisi strategis yang pernah diembannya.
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini memulai karir di Departemen Luar Negeri. Dia pernah ditempatkan di London sebagai Economic Third Secretary dan di Washington D.C. sebagai duta informasi. Pengalaman internasional inilah yang kemudian membawanya ke Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2001.
Di sana, karirnya melesat. Awalnya sebagai Asisten Khusus Menko Perekonomian, dia lalu dipercaya menjadi Deputi Menko bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari 2005 hingga 2009. Latar belakang S2 Ekonomi dari Universitas Monash, Australia, tentu sangat mendukung.
Tak hanya di pemerintahan, dunia perbankan dan BUMN juga tak asing baginya. Mahendra pernah menjadi Direktur Utama Indonesia Eximbank. Dia juga duduk sebagai komisaris di PT Dirgantara Indonesia dan PT Aneka Tambang.
Era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi periode yang sangat sibuk baginya. Berturut-turut, Mahendra ditunjuk menjadi Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Mari Elka Pangestu, lalu beralih ke posisi Wakil Menteri Keuangan.
Puncaknya, di Oktober 2013, dia memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Setelah itu, ada jeda sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat di Washington, DC pada 2018. Dari sinilah kemudian ia kembali ke tanah air dan menjabat sebagai Wamenlu, sebelum akhirnya memegang tampuk pimpinan di OJK.
Kini, dengan pengunduran dirinya yang mendadak, sebuah babak panjang dalam karir seorang Mahendra Siregar pun tampaknya memasuki fase baru. Lembaga OJK sendiri berusaha meyakinkan bahwa roda pengawasan sektor jasa keuangan akan tetap berjalan seperti biasa.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020