Di sana, karirnya melesat. Awalnya sebagai Asisten Khusus Menko Perekonomian, dia lalu dipercaya menjadi Deputi Menko bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari 2005 hingga 2009. Latar belakang S2 Ekonomi dari Universitas Monash, Australia, tentu sangat mendukung.
Tak hanya di pemerintahan, dunia perbankan dan BUMN juga tak asing baginya. Mahendra pernah menjadi Direktur Utama Indonesia Eximbank. Dia juga duduk sebagai komisaris di PT Dirgantara Indonesia dan PT Aneka Tambang.
Era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi periode yang sangat sibuk baginya. Berturut-turut, Mahendra ditunjuk menjadi Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Mari Elka Pangestu, lalu beralih ke posisi Wakil Menteri Keuangan.
Puncaknya, di Oktober 2013, dia memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Setelah itu, ada jeda sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat di Washington, DC pada 2018. Dari sinilah kemudian ia kembali ke tanah air dan menjabat sebagai Wamenlu, sebelum akhirnya memegang tampuk pimpinan di OJK.
Kini, dengan pengunduran dirinya yang mendadak, sebuah babak panjang dalam karir seorang Mahendra Siregar pun tampaknya memasuki fase baru. Lembaga OJK sendiri berusaha meyakinkan bahwa roda pengawasan sektor jasa keuangan akan tetap berjalan seperti biasa.
Artikel Terkait
IHSG Terpangkas 1,61%, Analis Proyeksi Potensi Koreksi Lanjutan
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah