Meski bergerak cepat, Baguna tak bekerja sendirian. Mereka tetap berkoordinasi dengan instansi seperti BNPB, BMKG, dan Basarnas. Baru-baru ini, misalnya, tim gabungan Baguna dan tim kesehatan PDIP terjun langsung ke tiga provinsi di Sumatra yang dilanda musibah.
Memang, kondisi geografis Indonesia menghadapkan kita pada realita pahit. “Kita ini di Ring of Fire. Jadi kita ini daerah Indonesia yang rawan bencana. Ya, mau daerah bencana tsunami lah, air bah, segala tanah longsor, puting beliung, semua ada di Indonesia ini,” ujar Ribka menerangkan.
Karena itulah, para kader Baguna juga mendapat pelatihan khusus penyelamatan. Menariknya, dalam misi di Sumatra, mereka dibantu oleh sejumlah dokter diaspora lulusan China. Lho, kok bisa?
Ribka punya cerita. Saat ditanya alasannya, para dokter itu justru membandingkan dengan ketua umum partai lain.
“Saya tanya, ‘Kenapa kamu mau bantu PDI Perjuangan?’ Karena saya lihat, Dok manggil saya Dok gitu kalau Ketua Umum partai lain itu cuma angkut-angkut beras saja ya. Tapi Ibu Megawati tanpa bersuara, menyuruh mengirim Kapal Malahayati, Rumah Sakit Apung-nya, dengan dokter-dokter tim kesehatannya untuk berkeliling di daerah bencana, ketiga bencana itu,” tuturnya mengulang percakapan.
Jadi, bukan sekadar bantuan sembako. Tapi juga layanan kesehatan yang langsung menyentuh. Itulah yang, menurut mereka, membedakan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir