"Tapi jangan lihat peran Pak JK pada periode pertama Bapakmu, karena memang tak ada ruang yang diberikan saat itu," katanya.
Masalahnya sekarang kan kompleks. Pemulihan ekonomi belum tuntas, ditambah lagi bencana datang bertubi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Presiden Prabowo, dalam pandangan Akbar, jelas butuh tangan yang meringankan beban. Bukan malah dapat beban tambahan.
Sentilannya makin keras. "Segera bantu Pak Prabowo. Berhenti pidato berkualitas super melelahkan itu, sebab itu justru makin membebani Presiden," tulisnya.
Pokoknya, kalau memang belum bisa kasih kontribusi yang substantif terutama dalam kerja nyata pemerintah dan penanganan darurat lebih baik memilih untuk tidak tampil. Titik.
"Atau diam saja. Benar-benar diam," tandas Akbar menutup kritiknya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI
Kata Cangkem Dahnil Anzar Picu Gelombang Tuntutan Pencopotan