Kritik pedas dilontarkan Akbar Faizal dari Nagara Institute kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Intinya sederhana: di tengah banjir dan longsor yang melanda Sumatera, peran wapres dinilainya kurang greget. Menurut Akbar, momentum krisis seperti ini seharusnya dimanfaatkan Gibran untuk memberi dukungan nyata, bukan cuma muncul di acara seremonial atau berpidato.
"Kepada Wapres Gibran, belajarlah lebih cepat memberi dukungan yang terukur kepada Presiden Prabowo," tulis Akbar di X, Kamis lalu.
Ia punya contoh ideal. Menurutnya, coba lihat peran Jusuf Kalla di masa awal pemerintahan SBY dulu. Saat negara dilanda krisis, kehadiran JK benar-benar dirasakan sang presiden.
"Contohlah Pak JK pada periode pertama Pak SBY, yang perannya benar-benar dirasakan oleh Presiden kala itu," ujarnya.
Tapi ada catatan. Akbar buru-buru mengingatkan, jangan bandingkan dengan periode pertama Jokowi, di mana JK juga menjadi wapres. Konteksnya beda. Waktu itu, ruang untuk wapres berkontribusi disebutnya sangat terbatas.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI
Kata Cangkem Dahnil Anzar Picu Gelombang Tuntutan Pencopotan