Analis Bantah Rumor Persaingan Dasco dan Sjafrie di Lingkaran Prabowo

- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:50 WIB
Analis Bantah Rumor Persaingan Dasco dan Sjafrie di Lingkaran Prabowo

Isu soal persaingan antara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sjafrie Sjamsoeddin, ramai jadi perbincangan. Tapi, pengamat geopolitik Anton Permana punya pandangan lain. Menurutnya, anggapan publik itu meleset.

Anton menyampaikan bantahannya itu dalam sebuah podcast yang dipandu Refly Harun.

Refly sendiri membuka topik dengan sedikit seloroh. Ia menyinggung soal 'wing kanan' dan 'wing kiri' di lingkaran Prabowo.

“Gimana anda melihat ketika ada rumor yang mengaitkan wing kanan dan wing kiri itu ada satu Sjafrie Sjamsoeddin dan yang kedua Don Dasco. Jadi apakah Sjafrie tukang cuci piring dan satunya lagi tukang beli piring,”

Begitu kira-kira pertanyaan Refly, seperti yang terekam dalam kanal YouTube-nya pada Kamis, 11 Desember 2025.

Nah, Anton justru melihatnya dari sudut yang berbeda. Bagi dia, Sjafrie dan Dasco bukanlah dua pihak yang bersaing. Mereka lebih seperti satu kesatuan yang saling menguatkan.

“Saya mungkin berbeda dengan pandangan, ini justru dua kekuatan yang sangat besar, dua kekuatan penopang utama dengan tupoksi yang berbeda, bukan bersaing. Dua ini ibarat rel kereta api dengan tujuan yang sama,”

Jelas Anton.

Lebih lanjut, Anton membeberkan peran masing-masing. Dasco, katanya, lebih fokus di wilayah politik dan urusan sipil. Sementara Sjafrie berkutat di ranah pertahanan dan keamanan.

Memang, ada saat-saat di mana tugas mereka bisa sedikit tumpang tindih. Misalnya, dalam penanganan isu pertambangan ilegal yang belakangan melibatkan Sjafrie. Tapi, untuk urusan komunikasi politik dan perumusan kebijakan strategis, Dasco-lah yang lebih dominan.

“Ini hanya teknis aja. Mungkin di saat sekarang Pak Sjafrie dalam hal pemberantasan illegal mining. Tapi dalam hal komunikasi politik, masalah kebijakan-kebijakan (ada di) Dasco. Saya lihat ini dua kekuatan yang besar,”

pungkas Anton menegaskan pendiriannya.

Jadi, narasi rivalitas itu sepertinya terlalu digoreng. Pada kenyataannya, keduanya justru jadi pilar penting yang mengokohkan pemerintahan saat ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar