Selain itu, program lain seperti pembangunan sekolah unggul, rumah sakit dan kartu kesejahteraan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang serupa.
Lebih lanjut, Drajad menyebut program rumah murah, peningkatan produktivitas lahan pertanian, dan pembentukan Badan Penerimaan Negara juga sebagai bagian dari strategi untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
"Penerimaan negara kita ini baru 12 persen, kami ingin menggenjot sampai ke 23 persen. Ini bukan sesuatu yang mustahil," kata Drajad.
Sementara itu, Wakil Komandan TKN Prabowo-Gibran, Anggawira, berharap Pilpres 2024 bisa berlangsung satu putaran.
Hal ini agar perekonomian tetap tumbuh meski ada ketidakpastian di kancah internasional dan dalam negeri.
Baca Juga: Tolak Otoritarianisme, Prabowo-Gibran Pegang Teguh Demokrasi dan Transparansi
"Satu putaran ini bisa jadi salah satu hal positif untuk mengakselerasi program-program yang ada. Itu jadi harapan kami. Tren pertumbuhan ekonomi di lima persen bisa makin tinggi jika uang beredar makin besar. Terobosan kebijakan finansial di pemerintahan yang baru ini jadi hal yang sangat penting," paparnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: akurat.co
Artikel Terkait
Dokter Tifa Soroti Penampilan Jokowi di Rakernas PSI: Playing Victim di Balik Kondisi Fisik?
Malam Rahasia di Kertanegara: Siapa Saja Tamu Prabowo yang Dibahas Hingga Larut?
Praktisi Hukum Soroti Pernyataan Gatot Nurmantyo yang Dinilai Adu Domba Presiden dan Kapolri
Janji Pulang Kampung Jokowi Ternyata Cuma Angin Lalu